Korban Berdarah-darah Akibat Dibacok ODGJ di Maesan Bondowoso

    0
    194
    NGAMUK DAN BERONTAK: Pelaku pembacokan saat diamankan di Polsek Maesan sebelum dievakuasi ke RSUD Koesnadi Bondowoso. [Foto: Polsek Maesan for timesindonesia.co.id]

    BONDOWOSO, Cakrayudha-hankam.com – Seorang warga di Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengalami luka-luka akibat dibacok pemuda ODGJ (orang dalam gangguan jiwa), pada Selasa (14/1/2025).

    Pelaku pembacokan berinisial SHP (22), warga Desa Pakuniran, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso.

    Sementara, korban berinisial H (49), warga Krajan Utara RT 02 RW 01 Desa Pujer Baru, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso.

    Kapolsek Maesan, Iptu Willian Yustaf, menjelaskan kejadian penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa (14/1/2025) sekitar pukul 10.40 WIB.

    Menurut Iptu Willian, saat kejadian korban H sedang duduk di atas sepeda motornya di depan rumah Ahmad Zaini di Sumber Bendo RT 07 RW 03 Desa Pakuniran, Kecamatan Maesan.

    “Lokasinya persis di sekitar orang meminta amal untuk masjid itu,” kata Kapolsek Maesan, Iptu Willian Yustaf, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id.

    Tiba-tiba pelaku SHP yang sedang berjalan sambil membawa sebilah parang langsung melakukan penganiayaan terhadap korban.

    Posisi korban sedang duduk di atas sepeda motornya. Ketika mendapatkan serangan membabi-buta, korban sempat lari menyelamatkan diri ke arah jalan raya Jember-Bondowoso.

    Beruntung, saat kejadian ada anggota Koramil Maesan yang melintas dan menginformasikan pada Iptu Willian.

    “Kemudian anggota Koramil dan anggota Polsek Maesan dibantu warga sekitar mengamankan pelaku, yang selanjutnya diamankan di Polsek Maesan,” jelas Iptu Willian.

    Menurut Iptu Willian, pelaku tersebut memang ODGJ yang baru keluar dari Paviliun Seroja RSUD Koesnadi Bondowoso. “Bahkan surat keterangannya ada kalau dia ODGJ,” jelasnya.

    Pelaku kemudian dievakuasi dan dibawa kembali ke RSUD Bondowoso. Namun, pelaku SHP mengamuk dan memberontak.

    “Pelaku disuntik, diikat lalu dibawa ke RSUD Koesnadi Bondowoso,” terang Iptu Willian.

    Sementara, korban dibawa ke Puskesmas Maesan untuk mendapat pertolongan medis.

    “Kondisi korban sadar. Namun tetap mendapatkan perawatan,” terang Kapolsedk Maesan.

    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami empat luka robek. Masing-masing di wajah sebelah kanan sekitar 10 cm, luka robek bahu kanan sekitar 5 cm, luka robek telapak tangan kanan sekitar 4 cm, luka robek punggung tangan kanan sekitar 10 cm. (Red-050)

     

    Sumber: timesindonesia.co.id