Klub RAHO Sponsori Penelitian Gelembung Nano yang Digagas Guru Besar UB Malang

    0
    617

    SURABAYA, (Cakrayudha-hankam.com) – Konsep terapi penyakit degeneratif dengan teknologi gelembung nano, sejak beberapa waktu lalu telah diprakarsai dan dikembangkan oleh Guru Besar Universitas Brawijaya (UB) Malang Prof. Sutiman Bambang Sumitro, SU., D.Sc., dan Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc..

    Dua orang guru besar UB Malang tersebut, dibantu oleh
    Penasehat Institut Molekul Indonesia (IMI) Prof. Dr. Aulanni’am, drh., DES., dan Ketua IMI Prof. Akhmad Sabarudin, S.Si., M.Sc., Dr.Sc.
    Program penelitian Gelembung Nano yang digagas Guru Besar UB Malang dan dibantu IMI tersebut, dana penelitiannya didukung penuh klub Reverse Aging dan Homeostasis (RAHO) di bawah pimpinan Khan Eddy yang juga Ketua Klub RAHO.
    Setelah berbagai kesuksesan penelitian teknologi gelembung nano untuk terapi berbagai penyakit degenerative, khususnya yang berasal dari penyumbatan pembuluh darah seperti penyakit jantung, stroke, dan lain lain, saat ini IMI bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) konsentrasi melakukan penelitian efektivitas teknologi gelembung nano sebagai terapi komplementer yang diharapkan sangat efektif bagi pasien parkinsonism.
    Perlu diketahui, Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif yang menyebabkan penurunan fungsi sel saraf secara progresif. Pada tahun 2016, dideteksi lebih dari 6,1 juta orang di dunia menderita Parkinson.
    Penelitian didukung penuh dokter spesialis saraf senior dari IMI Dr. dr. Emmy Endang, Sp.S., CIPS., Tim dokter peneliti Parkinsonism terdiri dari dr. Siti Nurlaela, Sp.S, dr. Aris Widayati, Sp.S, dr. Novita Titis Harbiyanti, Sp.S, dan dr. An Nisaa Novrizka Sari, Sp.N dari RSUB, serta didukung mitra pakar dr. Eko Arisetijono, Sp.S(K).
    Ketua tim penelitian dr. Siti Nurlaela, Sp.S., menyatakan, penelitian ini merupakan gebrakan dalam tata laksana parkinsonism Mengingat, selama ini terapi hanya terbatas pada pengendalian gejala, tanpa memperbaiki kerusakan saraf yang terjadi.
    “Penelitian ini akan dilaksanakan di RSUB Malang selama satu tahun hingga 2025 nanti,” terang dr. Nurlaela.
    Hasil penelitian para Guru Besar dan Peneliti dari UB Malang itu, dijelaskan bahwa teknologi gelembung nano sangat aman dan efektif digunakan sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan neuroproteksi.
    Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pasien parkinsonism, memperbaiki derajat penyakit, fungsi kognitif, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
    IMI institusi riset berbasis molekul kecil yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
    IMI didukung Klub RAHO berkomitmen memberikan hasil penelitian yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, serta menyediakan layanan konsultasi berdasarkan kajian ilmiah.
    Penelitian ini diharapkan memperkuat RSUB sebagai rumah sakit pendidikan, yang tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga berperan dalam penelitian dan perkembangan ilmu kesehatan. (udin)