Ketika Damai Ditabur dari Loreng di Tanah Bilogai

0
154

PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Pada pagi itu, di halaman kecil TK Bilogai, Intan Jaya, suasana damai terasa lebih kuat daripada aroma embun yang membasahi tanah. Tidak ada suara langkah sepatu lars yang menghentak, dan aba-aba baris-berbaris pun tak terdengar. Yang hadir adalah sepuluh prajurit berseragam loreng dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan, yang membawa sesuatu yang istimewa: Kitab Suci Alkitab. Ini terjadi pada Sabtu, 10 Mei 2025.

Dipimpin oleh Sertu Badru, kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) ini bukan sekadar program, melainkan wujud nyata kehadiran TNI sebagai pelayan kasih dan penjaga harmoni di tanah Papua. Puluhan Alkitab dibagikan kepada warga Bilogai, bukan hanya sebagai simbol iman, tetapi juga sebagai pengingat bahwa keberagaman di negeri ini adalah sebuah kekayaan, bukan perbedaan yang memisahkan.

Kitab, Kasih, dan Kedekatan Tanpa Sekat
Di tengah pembagian Alkitab, tampak tangan-tangan saling berjabat erat, senyum tulus dibagikan, dan kata-kata sederhana menjalin kedekatan. Tidak ada jarak antara seragam dan masyarakat. Yang ada hanyalah rasa persaudaraan.
Lettu Inf Reynaldo J. Lubis, Komandan Pos Bilogai, menyampaikan pesan yang penuh makna:
“Kami tidak hanya menjaga batas negara, tetapi juga memperkuat ikatan batin kita sebagai anak bangsa. Melalui Alkitab ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI hadir untuk membawa kedamaian, bukan hanya senjata. Ini adalah bentuk penghormatan kami terhadap keyakinan dan kearifan lokal masyarakat Papua.”

Ketika Air Mata Menjadi Ungkapan Syukur
Salah satu momen yang paling mengharukan terjadi ketika Bapak Markus, seorang warga setempat, menerima Alkitab dari seorang prajurit. Air matanya mengalir perlahan.

Ini adalah sebuah berkah yang tak terduga. “Terima kasih telah melihat kami bukan dari sudut pandang siapa kami, tetapi sebagai saudara,” ujarnya dengan suara lembut dan mata yang berkaca-kaca.

Pesan Damai dari Panglima: Loreng yang Merawat, Bukan Menakutkan

Mayjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops Habema, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kegiatan ini.

“Apa yang dilakukan oleh personel Satgas Yonif 500/Sikatan mencerminkan nilai-nilai luhur TNI: hadir di hati masyarakat. Membagikan kitab suci bukan hanya sekadar tindakan religius, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk membangun kepercayaan, kebersamaan, dan kedamaian. Kita merawat Papua dengan cinta, bukan dengan kekerasan.”

Damai Itu Ditanam, dan TNI Menjadi Petaninya
Di Bilogai, TNI telah menanam benih kasih lewat buku yang menyelamatkan, dalam balutan seragam yang melindungi. Di langit Papua yang biru dan tenang, tercipta narasi baru: bahwa prajurit tak hanya mengangkat senjata, tetapi juga bisa mengangkat harapan dan kedamaian.

Autentikasi:
Dansatgas Media HABEMA Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033