Kenapa Warga Bisa Masuk ke Area Pemusnahan Amunisi?

    0
    83

    TNI AD Angkat Suara

     

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – TNI Angkatan Darat akan menyelidiki penyebab masuknya warga sipil ke area peledakan amunisi bekas di Garut, Jawa Barat.

    Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana menyatakan bahwa saat ini belum dapat memberikan penjelasan rinci mengenai peran warga sipil dalam proses pemusnahan amunisi tersebut.

    “Saat ini masih dalam tahap penyelidikan, mohon bersabar,” ujar Wahyu pada hari Selasa.

    Hingga kini, tercatat sembilan warga sipil kehilangan nyawa akibat ledakan amunisi tersebut. Sebelumnya, Kadispenad menjelaskan bahwa insiden tragis ini terjadi saat TNI AD melakukan pemusnahan amunisi.

    Proses pemusnahan berlangsung di Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD yang terletak di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada hari Senin (12/5) sekitar pukul 09.30 WIB.

    Pada awal kegiatan, telah dilakukan pemeriksaan prosedural terhadap personel dan lokasi peledakan. “Semua dinyatakan dalam keadaan aman,” ujar Brigjen TNI Wahyu.

    Setelah itu, personel membuat dua lubang sumur untuk menampung amunisi milik TNI AD yang akan dimusnahkan. Setelah lubang-lubang tersebut siap, amunisi dimasukkan dan kemudian diledakkan oleh personel TNI AD menggunakan detonator. “Peledakan di kedua sumur ini berlangsung dengan sempurna dan dalam kondisi aman,” tambah Brigjen TNI Wahyu.

    Selanjutnya, personel mengisi satu lubang yang telah disiapkan untuk menghancurkan detonator yang digunakan sebelumnya. Detonator tersebut dimasukkan ke dalam lubang, dan proses pemusnahan dilakukan dengan cara yang sama seperti pemusnahan amunisi sebelumnya. “Namun, saat tim penyusun amunisi menempatkan detonator di dalam lubang, tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang,” kata Kadispenad.

    Ledakan tersebut menyebabkan 13 orang meninggal dunia. Dari 13 orang itu, empat orang merupakan anggota TNI dan lainnya warga sipil.

    Berikut daftar nama korban ledakan:
    1. Kolonel Cpl Antonius Hermawan;
    2. Mayor Cpl Anda Rohanda;
    3. Agus bin Kasmin;
    4. Ipan bin Obur;
    5. Iyus Ibing bin Inon;
    6. Anwar bin Inon;
    7. Iyus Rizal bin Saepuloh;
    8. Toto;
    9. Dadang;
    10. Rustiawan;
    11. Endang;
    12. Kopda Eri Dwi Priambodo;
    13. Pratu Aprio Setiawan. (Red-033)