Kasatgaswil Densus 88 Aceh Gandeng Kemenag untuk Cegah Paham Radikalisme di Lingkungan Sekolah

    0
    93
    Kasatgaswil Densus 88 Aceh gandeng Kemenag Provinsi Aceh dalam Pencegahan Paham Radikalisme di lingkungan sekolah, Selasa (8/10/2024). [Foto: MC Aceh]

    BANDA ACEH, (Cakrayudha-hankam.com) – Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari, menyampaikan arahan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Pencegahan Paham Radikalisme bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Guru Kerohanian Islam (Rohis) dan Osis SMA/SMK se-Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar 2024, Selasa (8/10/2024).

    Bersama Kakanwil dan para Kabid/yang mewakili, hadir dalam aula Cabdindik di Lamlagang, Kastgaswil Densus 88 bersama tim, Kacabdin/yang mewakili, para tamu undangan, seluruh anggota bidang PAI, peserta 80 terdiri dari GPAI dan Para Ketua Osis se-Banda Aceh dan Aceh Besar.

    Mengawali pembukaan kegiatan fullday yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, Kakanwil menyampaikan apresiasi kepada semua pihak dengan terselenggaranya kegiatan pembinaan ini walau sudah bergeser jadwal beberapa kali dari jadwal yang telah direncanakan.

    Kakanwil berharap juga para peserta yang hadir ini menjadi agen perubahan, pencetus pencegahan paham radikalisme dengan minimal di sekolah atau kampung sendiri. “Dengan kepedulian seperti ini menjadi kita kuat, bersatu padu dalam menyongsong Indonesia emas beberapa tahun mendatang insyaaAllah,” ujarnya.

    Azhari juga berjanji sentiasa memberi perhatian untuk program yang telah berjalan saat ini, dan para kepala sekolah dan siswa siap untuk dikunjungi dalam beberapa hari ke depan untuk pemantauan lanjutan.

    Acara sehari dilanjutkan dengan pemateri oleh Kasatgaswil Aceh Densus 88 yaitu Kombes Pol Fadli Widiyanto. Ia mengawali materi bahwa radikalisme menjadi hal yang sangat urgent saat ini, di mana kekacauan dunia sudah tidak terbendung dengan aksi teror yang terjadi hampir di seluruh negara.

    Isu yang paling terbesit di moment saat ini yaitu aksi terorisme yang dilakukan oleh ‘Israel’ terhadap Palestine. Ini sudah puncak kemelut dunia yang diketuai oleh negara apalagi dibackingi oleh kuasa dunia.

    Terlebih menurutnya saat ini aksi terorisme tidak mengenal agama. Sepertinya, hanya agama Islam yang selama ini digoreng oleh kepentingan untuk memunculkan konflik lebih besar.

    Pentingnya pencegahan konflik ini lebih baik dari pada mengobati, karena di saat satu tubuh terinfeksi di akan cepat menular dan ini sangat susah untuk dicegah dan dilawan.

    Sesi siang hari materi Moderasi Beragama (MB) disampaikan oleh Mawardi dari UIN Ar-Raniry, yang sudah beberapa kali menjadi pemateri ulung di bidang MB.

    Untuk ini diharapkan para GPAI dan siswa mengikuti kegiatan dengan serius dan menjadi impak baik kepada sekolah, keluarga, masyarakat dan negara. “InsyaaAllah menjadi Baldatun Tayyibah wa Rabbun Ghafur,” ujarnya. (MC Aceh)