Kasal: Penerbangan TNI AL Pegang Peran Krusial dalam Pelaksanaan Tugas

    0
    130
    Puncak peringatan HUT Ke-68 Penerbangan TNI AL di Apron Hanggar Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (27/6/2024). [Foto: Dispen AL]

    SIDOARJO, (Cakrayudha-hankam.com) – Penerbangan Tentara Nasional Indonersia Angkatan Laut (TNI AL) merupakan komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang memegang peran krusial dalam pelaksanaan tugas-tugas TNI AL.

    Hal tersebut disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-68 Penerbangan TNI AL yang mengangkat tema “Puspenerbal Siap Mendukung Pembangunan Pertahanan TNI Angkatan Laut yang Kuat Menuju Indonesia Maju“, di Apron Hanggar Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (27/6/2024).

    Lebih lanjut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menerangkan, luasnya perairan Indonesia dan yurisdiksi nasional mutlak membutuhkan unsur udara sebagai “kepanjangan mata KRI” dalam melakukan berbagai operasi laut. Dengan kelebihannya pada aspek kecepatan, manuver dan jarak jangkau, unsur udara mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi secara signifikan.

    Menurut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, sepanjang 68 tahun pengabdiannya, Penerbangan TNI AL telah mencatatkan pencapaian yang membanggakan. Fly Navy selalu hadir dan berperan aktif pada Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

    “Hal itu terbukti dengan pelibatannya dalam Operasi Trikora, Operasi Dwikora, Operasi Seroja, operasi pembebasan sandera di Somalia dan Filipina, operasi perdamaian dunia yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF) Unifil, operasi kemanusiaan dan SAR serta operasi-operasi lainnya,” terang Kasal.

    Perlu diketahui, pada puncak peringatan Hari Ulang tahun (HUT) Ke-68 Penerbangan TNI AL ini, diawali dengan penyematan Brevet Kehormatan Penerbangan TNI AL yang diberikan kepada Wakasal Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma, Dankodiklatal Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, Asops Kasal Laksda TNI Yayan Sofiyan, Asrena Kasal Laksda TNl Achmad Wibisono, Pangkoarmada I Laksda TNI Yoos Suryono Hadi, Pangkoarmada II Laksda TNI Ariantyo Condrowibowo, dan Pangkoarmada III Laksda TNl Hersan.

    Usai penyematan Brevet Kehormatan, dilanjutkan dengan upacara parade dan defile yang dihadiri para pejabat utama (PJU) Mabes TNI Angkatan Laut, para Pangkotama TNI/TNI AL, dan para petinggi di Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Propinsi Jawa Timur.

    Pada upacara HUT ke-68 Penerbangan TNI AL ini, juga dimeriahkan dengan demo udara yang dimainkan oleh 23 Pesawat Udara (Pesud) TNI AL, masing-masing terdiri dari 5 Pesud Piper Archer, 5 Pesud G-36 Bonanza, 3 Pesud Bell 505, 1 Pesud King Air, 2 Pesud CN 235, 3 Pesud Casa NC212, 4 Pesud AS565 MBe Panther, 1 Pesud Bolcow, dan 1 UAV Scaneagle.

    Untuk menambah keindahan jalannya upacara, 13 Pesud TNl AL dijadikan background pasukan upacara yang bershaf dari timur ke barat, yakni TB-9, TB-10, Casa NC-212, CN-235 MPA, AS565 Mbe Panther, Bell 412, 3 Pesud BO-105 Bolkow dan 2 Unit EC120 Colibri.

    Selain itu, pada hari jadinya yang ke-68 tahun 2024 ini, insan Penerbangan TNI AL mendapat kado istimewa, yakni dengan diresmikannya Monumen Penerbangan TNI AL oleh Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

    Peletakan batu pertama Monumen Penerbangan TNI AL  dilaksanakan pada 12 September 2023 lalu. Pada bagian utama monumen, terdapat dua patung Penerbang TNI AL dengan mengenakan flightsuit yang menatap tajam langit nusantara.

    Di dalam monumen tersebut, pada dinding kiri dan kanan patung, terukir 580 deretan nama perwira Penerbang TNI AL beserta navy number-nya yang pernah menerbangankan berbagai jenis pesawat TNI AL sejak perang kemerdekaan, hingga penerbang muda yang baru menyelesaikan pendidikan penerbang di tahun 2024 ini.

    Keberadaan Monumen Penerbangan TNI AL ini, diharapkan masyarakat dapat mengenal lebih dekat tentang sejarah pengabdian pesawat TNI AL, yakni sebagai salah satu kekuatan dalam Sistem Senjata Armada Terpadu TNI AL. (red-050)

     

    Sumber: Dispen AL