JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Listyo mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu perkembangan penyelidikan yang saat ini sedang dilakukan oleh kepolisian. “Ikuti saja perkembangannya,” kata Listyo di hadapan wartawan.
Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah memeriksa 24 orang sebagai saksi dalam laporan yang diajukan oleh Jokowi terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Laporan tersebut dibuat oleh Jokowi menyusul banyaknya tuduhan mengenai ijazah palsu yang diterimanya.
“Sampai hari ini, setidaknya ada 24 saksi yang telah memberikan keterangan dalam tahap pendalaman proses penyelidikan,” jelas Ade pada Kamis, 15 Mei 2025.
Jokowi melaporkan lima orang dalam kasus ini, yaitu Roy Suryo (RS), Rismon Sianipar (RS), Eggy Sudjana (ES), Tifauzia Tyassuma (TT), dan seorang individu berinisial K. Pada Kamis, 15 Mei 2025, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma telah diperiksa sebagai saksi terlapor.
“Saya sudah menjawab sekitar 26 pertanyaan dengan rinci,” ungkap Roy saat ditemui oleh awak media setelah pemeriksaan.
Kepolisian juga telah memeriksa beberapa saksi lainnya, termasuk Rizal Fadillah, Damai Hari Lubis, Kurnia Tri Royani, Rustam Effendi, dan Mikhael Sinaga. Namun, salah satu saksi, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, belum memenuhi panggilan.
Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Kurnia Tri Royani hadir memenuhi panggilan polisi pada Kamis, 8 Mei 2025. Sementara itu, pada Rabu, 14 Mei 2025, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap Rizal Fadillah, Mikhael Benyamin Sinaga, dan Kurnia Tri Royani.
Tiga saksi yang belum diperiksa adalah Eggi Sudjana, Rismon Sianipar, dan Abraham Samad. Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Reonald Simanjuntak, menyatakan bahwa ada kemungkinan saksi-saksi yang belum memenuhi panggilan polisi tidak akan diperiksa terkait laporan fitnah mengenai ijazah palsu Jokowi. “Kita akan lihat nanti apakah masih diperlukan klarifikasi dari mereka, atau apakah keterangan yang sudah ada sudah cukup,” ujar Reonald dalam konferensi pers pada Jumat, 16 Mei 2025. (Red-033)

