Kaki Tangan Freddy Pratama Ditangkap

    0
    109

    Kendalikan Peredaran Narkoba di Jakarta, Surabaya, dan Bali

     

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Kepolisian menangkap kaki tangan bandar narkotika jaringan internasional Fredy Pratama yang bertugas sebagai operator peredaran narkoba wilayah Jakarta, Surabaya, dan Bali.

    Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa membenarkan penangkapan itu. Dia bilang, penangkapan dilakukan oleh jajaran Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) belum lama ini.

    “Benar telah ditangkap MM selaku operator peredaran narkoba jaringan Fredy Pratama untuk wilayah Jakarta, Surabaya dan Bali oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel,” ujar Mukti dalam keterangan tertulis, Rabu (23/10/2024).

    Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Winarto menjelaskan anak buah Fredy Pratama itu berhasil ditangkap oleh tim Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Kalsel di sebuah rumah di Jalan Cengkeh Raya, Banjarmasin Utara.

    Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Winarto menjelaskan anak buah Fredy Pratama itu berhasil ditangkap oleh tim Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Kalsel di sebuah rumah di Jalan Cengkeh Raya, Banjarmasin Utara.

    “Di sana petugas menemukan alat hisap dan bukti 0,02 gram sabu yang diduga digunakan MM. Dari hasil introgasi diketahui MM tengah mengatur pemberangkatan mobil Mitsubishi Triton untuk mengambil yang diduga narkotika jenis sabu,” jelasnya.

    Winarto menyebut bahwa tim Polda Kalsel melakukan pengejaran terkait rencana pengiriman sabu itu hingga akhirnya berhasil ditemukan di Jalan Hasan Basri, Banjarmasin Utara, pada Selasa (8/10/2024) kemarin sekitar pukul 01.00 WITA. Dari hasil pengejaran itu didapati dua pelaku yang bertugas sebagai kurir, berinisial AW dan JB.

    Sementara itu, dari mobil tersebut juga ditemukan barang bukti 50 paket sabu dengan kemasan plastik teh cina bertuliskan Guanyinwang. “(Narkoba) disembunyikan di bunker di dalam kursi belakang dengan berat total 51,3 kilogram lebih.

    Petugas juga turut menyita pil ekstasi yang ditemukan sebanyak 9.560 butir,” tambah dia. Penyidik juga turut menangkap pelaku MR yang berperan sebagai pembuat bunker di mobil Triton untuk tempat penyimpanan sabu-sabu.

    Sementara itu, dari mobil tersebut juga ditemukan barang bukti 50 paket sabu dengan kemasan plastik teh cina bertuliskan Guanyinwang. “(Narkoba) disembunyikan di bunker di dalam kursi belakang dengan berat total 51,3 kilogram lebih.

    Petugas juga turut menyita pil ekstasi yang ditemukan sebanyak 9.560 butir,” tambah dia. Penyidik juga turut menangkap pelaku MR yang berperan sebagai pembuat bunker di mobil Triton untuk tempat penyimpanan sabu-sabu.

    Winarto bilang, pihaknya terus melakukan pengembangan hingga akhirnya penyidik mendapati pelaku lain berinisial SA di wilayah Banua Anyar, Banjarmasin Timur, pada Kamis (10/10/2024). SA ditangkap di sebuah rumah yang diduga merupakan tempat penyimpanan sabu milik jaringan Fredy Pratama.

    Dari gudang tersebut penyidik juga menyita total 10 paket besar sabu seberat 10,3 kilogram.(Red)