Jembatan Peudari Capai Progres 60 Persen, Dari Pondasi ke Rangka Utama

0
17

Aceh Utara || Cakrayudha_hankam.com – Pembangunan Jembatan Perintis di Desa Peudari, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara, terus menunjukkan perkembangan. Hingga Minggu (25 Oktober 2026), pengerjaan jembatan gantung sepanjang 106 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut telah mencapai progres 60 persen.

Di lokasi pembangunan, personel di lapangan terus melanjutkan pengerjaan struktur jembatan yang akan menjadi penghubung aktivitas masyarakat. Babinsa Koramil 27/Geureudong Pase, Serka Eko Supriyono, turut memantau perkembangan pekerjaan guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana.

Sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan, mulai dari pengecoran tapak pondasi di sisi tepi dekat dan tepi jauh hingga pemasangan struktur besi pilon dan perangkaian besi gelagar utama. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk struktur jembatan sebelum pengerjaan berikutnya dilanjutkan.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pengelasan besi hanger atau besi penggantung yang menjadi bagian dari struktur jembatan. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kekuatan sambungan agar konstruksi dapat memenuhi kebutuhan teknis pembangunan.

Jembatan dengan abutment berukuran lebar 3,5 meter dan tinggi 3 meter ini dibangun untuk mendukung akses masyarakat di wilayah pedesaan. Keberadaannya diharapkan memudahkan mobilitas warga serta mendukung aktivitas sehari-hari setelah pembangunan selesai.

Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si., melalui Koramil 27/Geureudong Pase terus mendorong pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Pemantauan di lapangan menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pekerjaan hingga seluruh konstruksi rampung.

Dengan progres yang telah mencapai 60 persen, pembangunan Jembatan Perintis Peudari terus berlanjut menuju tahap berikutnya. Kehadiran jembatan ini nantinya diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah dan menunjang kegiatan sosial maupun perekonomian masyarakat setempat. (red-056)