Jejak Kasih di Ujung Timur

    0
    54

    TNI dan Gereja Bergandeng Tangan di Bilogai

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah sunyinya lereng-lereng hijau Papua, di sebuah desa terpencil bernama Bilogai, terukir kisah tentang kepedulian dan kasih yang nyata. Bukan tentang senjata atau strategi militer, melainkan tentang sepatu, doa, dan persaudaraan yang ditabur oleh prajurit TNI dan dipupuk bersama tokoh gereja lokal.

    Pada Rabu (11/6/2025), personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan yang dipimpin oleh Danpos Bilogai, Lettu Inf Reynaldo Lubis, melaksanakan kunjungan kemanusiaan yang menyentuh hati masyarakat. Dalam semangat komunikasi sosial, mereka bertemu langsung dengan Pendeta Norbertus dan jemaat gereja, menyampaikan bantuan sederhana berupa sepatu boot untuk membantu warga dalam menjalani aktivitas berkebun di medan yang berat.

    “Kami tidak datang dengan tangan kosong. Sepatu ini mungkin sederhana, tapi kami berharap bisa melindungi langkah warga dan mempererat hubungan yang penuh kasih antara TNI dan masyarakat,” ujar Lettu Inf Reynaldo dengan tulus.

    Langkah Kecil, Makna Besar
    Bagi masyarakat di pedalaman Papua, berjalan kaki di jalur berbatu dan berlumpur merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, sepasang sepatu lebih dari sekadar kenyamanan—ia juga melambangkan perlindungan, harapan, dan wujud nyata perhatian negara.
    “Bantuan ini bukan sekadar barang, tetapi tentang kasih yang hadir tanpa syarat. Kami merasa didampingi, dikuatkan, dan tidak sendirian,” kata Pdt. Norbertus dengan mata yang berkaca-kaca.

    TNI Hadir Tak Hanya di Perbatasan, Tapi Juga di Hati Rakyat
    Apa yang dilakukan oleh Satgas Yonif 500/Sikatan bukan hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan juga cerminan nyata dari TNI yang humanis, inklusif, dan dekat dengan rakyat. Kegiatan ini merupakan salah satu contoh kecil dari ribuan bentuk keterlibatan TNI dalam membangun harmoni sosial, terutama di daerah-daerah yang terpencil dari pusat.

    Kehangatan pertemuan, senyuman yang penuh rasa syukur, dan pelukan persaudaraan di Bilogai menyampaikan pesan yang mendalam: keamanan sejati tidak hanya diciptakan melalui kekuatan, tetapi juga melalui kasih sayang.

    Bilogai Bercerita: Tentara yang Membawa Harapan
    Acara ditutup dengan doa bersama dan percakapan santai di depan gereja yang sederhana. Tanpa panggung megah atau sorotan kamera, hanya ada tangan-tangan yang saling menggenggam dan hati yang saling menguatkan.
    Di tengah dunia yang sering kali keras, momen ini mengingatkan kita bahwa harapan dapat tumbuh meski di medan yang berat, di hutan lebat, dan di kaki gunung yang jauh, selama masih ada cinta dan keikhlasan.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)