Jangan Ditiru! Peserta Karnaval HUT Ke-79 RI di Kota Cilegon Ricuh

    0
    104
    Kericuhan peserta karnaval HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Kota Cilegon. [Foto: tangkap layar video warga]

    CILEGON, (Cakrayudha-hankam.com) – Pawai karnaval Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kota Cilegon yang digelar di Jalan Protokol pada Sabtu (17/8/2024) siang, ternodai dengan aksi kericuhan antar peserta karnaval.

    Diketahui, pawai karnaval dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-79 itu, diikuti oleh seluruh peserta dari 8 kecamatan dan seluruh instansi Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

     

    Informasi yang berhasil dihimpun, keributan di karnaval itu terjadi antara peserta dari Kecamatan Jombang dan Kecamatan Ciwandan. Keduanya sempat bersitegang, bahkan sampai terjadi pemukulan dan kekerasan.

     

    Dalam video yang beredar, peserta dari Kecamatan Ciwandan yang memakai kostum aparat sempat cekcok dengan peserta dari Kecamatan Jombang yang memakai kostum adat.

    Belum diketahui pasti awal mula penyebab keributan itu bisa terjadi. Namun, dari video yang beredar, memperlihatkan kedua peserta dari dua Kecamatan itu terlibat aksi baku hantam dan dilerai oleh peserta lainnya.

    Menanggapi hal tersebut, Camat Jombang Burhanudin mengatakan, insiden tersebut merupakan kesalahpahaman antar warga dari dua kecamtan. Burhanudin juga mengucapkan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi selama pelaksanaan karnaval.

    “Permohonan maaf atas nama warga kepada Kang Camat Ciwandan atas insiden kesalahpahaman tadi. Karena bagaimanapun dalam kegiatan ini tujuannya adalah memeriahkan HUT RI ke 79,” kata Burhanudin dalam video yang beredar.

    Hal serupa juga disampaikan oleh Camat Ciwandan, Agus Ariyadi, yang menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jombang dan seluruh masyarakat yang turut menyaksikan pawai karnaval.

    “Atas nama warga Ciwandan, kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan atas kejadian yang terjadi seketika. Anak-anak sudah kembali ke posisi masing-masing. Sekali lagi, kami memohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.

    Atas insiden tersebut, baik dari pihak Kecamatan Jombang maupun Ciwandan keduanya kini telah bersepakat untuk tidak memperpanjang masalah tersebut. Kedua pihak memilih lebih mengedepankan persaudaraan dengan saling memahami, mengerti, dan memaafkan. (**)

     

    Sumber: bantennews.co.id