Jangan Ditiru! Aksi Nekat Anak Polisi Begal Anggota TNI di Depan Kodam I/Bukit Barisan

    0
    220
    Arka Satria Sitepu alias Atok, pelaku begal personel TNI AD, ketika diamankan Polsek Sunggal jajaran Polrestabes Medan. [Foto: Tribun-medan]

    MEDAN, Cakrayudha-hankam.com – Aksi begal kembali terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara. Namun, aksi begal yang nekat ini, akhirnya berhasil diringkus pihak kepolisian.

    Pelaku yang disebut-sebut anak dari anggota polisi ini, nekat membegal anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) persis di depan Markas Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan.

    Pemuda bernama Arka Satria Sitepu alias Atok (20), adalah pelaku begal yang ditengarai sering beraksi di wilayah hukum Kepolisian Sektor (Polsek) Sunggal jajaran Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan.

    Akibat perbuatan dirinya yang nekat itu, Atok yang tinggal di Desa Pujimulyo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, itu dijebloskan ke dalam penjara.

    Informasi yang diperoleh oleh awak media menyebutkan, pelaku begal itu disebut-sebut merupakan anak personel polisi.

    Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sunggal, Komisaris Polisi (Kompol) Bambang Gumanti Hutabarat, menerangkan pelaku ini ditangkap setelah melakukan aksi nekat membegal bersama dengan lima orang rekannya.

    Menurut Bambang, tiga pelaku diantaranya sudah ditangkap dan dikirim ke peradilan anak karena usianya masih di bawah umur. Sementara, dua lagi masih buron.

    “Tersangka dalam perkara ini ada enam orang. Di mana tiga orang sebelumnya telah dilakukan penangkapan, statusnya di bawah umur yang terakhir ini yang kita tangkap atas nama Arkan Satria Sitepu alias Atok,” kata Kompol Bambang Gumanti Hutabarat, seperti dikutip dari Tribun-medan, Selasa (3/12/2024).

    Bambang menerangkan, pelaku ini ditangkap setelah petugas menerima sembilan laporan polisi terkait aksi para pelaku. Laporan terakhir, yakni dari personel TNI AD yang berdinas di Kodam I/Bukit Barisan bernama Sertu Marsono.

    Personel  TNI AD itu menjadi korban begal yang dilakukan oleh para pelaku di depan Markas Kodam I/Bukit Barisan, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, pada Kamis (26/9/2024).

    “Korban yang merupakan anggota TNI yang bertugas Kodam Bukit Barisan. Saat itu korban sedang melaksanakan tugasnya dan hendak kembali ke Kodam,” sebut Bambang.

    “Ketika melintas, korban dipepet oleh para pelaku yang terdiri dari beberapa orang dengan menendang korban sehingga terjatuh,” ucap Bambang, seraya menjelaskan, saat itu para pelakau begal ini juga mengancam korban dengan menggunakan senjata tajam sehingga prajurit TNI AD tersebut ketakutan.

    “Pada saat itu , korban memilih melarikan diri meninggalkan sepeda motornya, dan sepeda motor milik korban Honda Beat dibawa kabur oleh para pelaku,” ujar Bambang.

    Lebih lanjut, dikatakan Bambang, dari hasil pemeriksaan ternyata para pelaku ini merupakan spesialis begal yang sering beraksi di wilayah hukum Polsek Sunggal.

    “Dari hasil pemeriksaan, ada sembilan TKP (tempat kejadian perkara) yang ada di wilayah hukum kita. Mereka melakukan dengan tindak pidana yang sama dan modus yang sama mengancam menggunakan sajam,” ungkapnya.

    Bambang mennambahkan, saat ini pihaknya masih memburu dua orang pelaku lagi yang terlibat dalam komplotan begal ini.

    Sementara itu, pelaku begal bernama Arka Satria Sitepu alias Atok ketika ditanya awak media, mengakui bahwa dirinya merupakan anak personel polisi.

    “Iya (anak polisi), dinas di Dokkes Polda Sumut cuma sudah meninggal,” kata Atok sambil digiring ke sel tahanan.

    Atok mengaku, dirinya nekat melakukan begal karena membutuhkan uang. “Uangnya saya pakai untuk beli rokok, main PS (Play Station) sama main slot (judi online),” pungkas Atok. (Red-050)

     

    Sumber: aceh.tribunnews.com