Harmoni Tumbuh di Perbatasan Papua

    0
    83

    Marinir Borong Hasil Tani

     

    YAHUKIMO, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah keheningan pegunungan Papua yang megah dan sederhana, terdapat sebuah kisah tentang kehangatan dan kepedulian. Pada Sabtu pagi (10/5/2025), suasana Kampung Kokamu di Kabupaten Yahukimo berubah menjadi pasar yang penuh warna ketika personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir tiba, tidak hanya dengan senjata, tetapi juga dengan harapan.

    Dipimpin oleh Danpos Bravo, kegiatan yang diberi nama “ROSITA” (Borong Hasil Tani) lebih dari sekadar transaksi ekonomi; ini adalah jembatan yang menghubungkan hati prajurit dengan masyarakat.

    Lebih dari Sekadar Pembelian, Ini adalah Penghargaan atas Jerih Payah
    Pemandangan para mama Papua yang menjajakan hasil bumi, mulai dari sayuran segar hingga umbi-umbian lokal, disambut dengan antusias oleh para prajurit. Mereka tidak hanya membeli, tetapi juga memborong. Tindakan ini bukan karena harga yang murah, melainkan sebagai bentuk penghargaan terhadap usaha mereka.

    “Ini bukan hanya tentang harga, melainkan tentang empati. Kami ingin mereka merasakan bahwa kerja keras mereka dihargai,” kata salah satu anggota yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

    Lebih dari sekadar transaksi, acara ini menciptakan suasana interaksi yang hangat. Dialog terbuka, senyuman tulus, dan sapaan ramah menghiasi setiap momen. Di tengah obrolan, Satgas juga menyampaikan pesan-pesan penting mengenai keamanan lingkungan, gaya hidup sehat, dan pentingnya menjaga toleransi di tengah keragaman.

    Kemanunggalan yang Hidup di Bumi Perbatasan
    Dansatgas Yonif 1 Marinir, Letkol Marinir Siswanto, menegaskan bahwa ROSITA merupakan bagian dari strategi teritorial TNI yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir bukan sebagai pengawas dari jauh, tetapi sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri. TNI harus mampu menjadi solusi, bukan sekadar penjaga,” tegasnya.

    TNI: Lebih dari Sekadar Penjaga, Juga Pendorong Kehidupan
    Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan penghargaan atas inisiatif yang menginspirasi ini. Ia menilai bahwa kegiatan seperti ROSITA merupakan manifestasi nyata dari pendekatan humanis TNI di Papua.
    “Ketika prajurit terjun langsung ke pasar, membeli hasil pertanian, dan berinteraksi dengan masyarakat, itu bukan sekadar aksi sosial. Ini adalah pesan bahwa TNI hadir untuk melindungi, melayani, dan menjadi bagian dari rakyat. Di sinilah fondasi keamanan dan pembangunan dimulai,” tegasnya.

    Harapan Bersama di Tanah Papua
    Di wilayah yang sebelumnya sering diliputi ketegangan, kini muncul harapan baru. Dari setiap karung sayur yang dibeli hingga tawa yang terdengar di antara prajurit dan masyarakat, terlihat bahwa Papua tidak hanya dijaga, tetapi juga dirawat.
    Di Kampung Kokamu, harmoni ini perlahan namun pasti mulai berkembang.

    Autentikasi:
    Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033