Serang,(Cakrayudha-hankam.com) – Dandim 0602/Serang Letkol Inf Mulyo Junaidi, S.E., M.Tr(Han) Beserta Ketua Persit KCK Cab. XXXIV Dim 0602 Serang Ny. Vinta Mulyo Junaidi hadir dalam Upacara peringatan Hari Juang TNI AD bertempat di Lapangan Makorem 064/MY, Jumat (15/12/2023)
Dalam amanat Kasad yang dibacakan Inspektur Upacara Kasrem 064/MY, Kolonel Inf Nurkhan disampaikan bahwa Hari Juang TNI AD merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan para Pahlawan yang rela mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia. Khususnya kepada Jenderal Sudirman dengan keteguhan dan keberaniannya memimpin pasukan di Pertempuran Ambarawa, meskipun dalam kondisi sakit.
“Pertempuran Ambarawa menjadi salah satu momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa kita, kegigihan dan keberanian Jenderal Sudirman menjadi inspirasi bagi kita semua,” ungkapnya.
alutsista maupun doktrin juga diperlukan untuk menghadapi berbagai ancaman yang semakin kompleks. Termasuk berperan aktif dalam pelestarian alam dan tanggap dalam pencegahan maupun penanggulangan bencana alam. Termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kerawanan yang mungkin terjadi di tahun politik.
“Tingkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kerawanan yang mungkin terjadi di lingkungan tugas masing-masing, dan selalu pegang teguh komitmen Netralitas TNI, ”
Pesan Panglima Besar Jenderal Sudirman yang Juga disampaikan Oleh Inspektur Upacara menyampaikan Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasadku ini, tetapi jiwaku yang dilindungi benteng Merah Putih akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang kuhadapi.
Sebagai Tentara bukan merupakan suatu golongan di luar masyarakat, bukan suatu “Kasta” yang berdiri di atas masyarakat, tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu.
Tentara hanya mempunyai kewajiban satu ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara teguh memegang kewajiban ini. Lagi pula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh, tunduk kepada pimpinan atasannya, dengan ikhlas mengerjakan kewajibannya, tunduk kepada perintah pimpinannya, inilah yang merupakan kekuatan dari suatu tentara.
Kamu sekalian telah bersumpah bersama-sama dengan rakyat seluruhnya akan mempertahankan kedaulatan Negara Republik kita dengan segenap harta benda dan jiwa raganya. Jangan sekali-kali diantara tentara kita ada yang menyalahi janji, menjadi pengkhianat nusa, bangsa dan agama. Harus kamu senantiasa ingat bahwa tiap-tiap perjuangan tentu memakan korban, tetapi kamu sekalian telah bersumpah ikhlas mati sebagai kesuma bangsa.
Meskipun kamu mendapat latihan jasmani yang sehebat-hebatnya tidak akan berguna jika kamu mempunyai sifat menyerah. Tentara akan timbul dan tenggelam bersama-sama negara.
“Anakku-anakku Tentara Indonesia, kamu bukanlah serdadu sewaan, tetapi prajurit yang berideologi yang sanggup berjuang dan menempuh maut untuk keluhuran tanah airmu. Percayalah dan yakinlah, bahwa kemerdekaan suatu negara yang didirikan di atas himpunan runtuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga.
Berjuang terus, Insya Allah Tuhan melindungi perjuangan suci kita dan Janji sudah kita dengungkan, tekad sudah kita tanamkan, semua ini tidak akan bermanfaat bagi tanah air kita, apabila janji dan tekad ini tidak kita amalkan dengan amalan yang nyata.”tutup Kasrem menyampaikan amanat Panglima Besar Jendral Sudirman.(Red)

