Hangatnya Persaudaraan, Satgas Marinir Yonif 1 Lakukan Ini!

0
185

YAHUKIMO, Cakrayudha-Hankam.com – Dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 1 Marinir menunjukkan bahwa pengabdian prajurit TNI tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Hal ini terlihat dalam kegiatan teritorial yang dilakukan di Kampung Tomon, Kabupaten Yahukimo, pada Selasa, 15 Juli 2025.

Saat menjalankan patroli rutin, personel Pos Marinir PJPR menyempatkan diri untuk berhenti dan menyapa warga. Mereka berbincang santai, membagikan makanan ringan dan rokok kepada masyarakat sekitar. Meski sederhana, momen ini menjadi jembatan keakraban yang mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat perbatasan.

“Terima kasih atas perhatian dari bapak-bapak TNI. Semoga Tuhan membalas kebaikan ini,” ucap salah seorang warga dengan nada haru.

TNI Hadir Membawa Rasa Aman dan Kehangatan
Komandan Satgas Yonif 1 Marinir, Letkol Marinir Siswanto, menegaskan bahwa misi para prajurit di perbatasan tidak hanya sebatas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya untuk mengamankan perbatasan, tapi juga untuk berbagi, mendengar, dan membawa kebahagiaan bagi warga. TNI harus menjadi bagian dari masyarakat yang melayani dan mengayomi,” ujar Letkol Siswanto.

Kehadiran prajurit di pelosok Papua seperti ini menjadi cerminan dari wajah TNI yang humanis—yang tak hanya mengawal tapal batas negara, tetapi juga menjaga jalinan kebersamaan dan memperkuat ikatan kebangsaan dari wilayah terdepan nusantara.

Pangkoops Habema: Ini Wujud Persaudaraan
Panglima Komando Operasi Habema (Pangkoops Habema), Mayjen TNI Lucky Avianto, menyampaikan bahwa kehadiran Satgas Pamtas Yonif 1 Marinir di Kampung Tomon menjadi simbol nyata dari semangat persaudaraan antara TNI dan rakyat.

“Bukan soal bantuan materi, tapi lebih dari itu, ini adalah simbol kebersamaan. TNI hadir untuk mengayomi, merangkul, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, ” tegas Mayjen TNI Lucky Avianto.

Penutup
Di tengah tugas menjaga batas negara, para prajurit TNI terus menorehkan cerita kemanusiaan. Di Kampung Tomon, mereka tak hanya membawa senjata, tapi juga senyum dan kepedulian, membuktikan bahwa kehadiran TNI di Papua bukan sekadar perintah, tapi panggilan hati untuk merawat persatuan dari ujung negeri.

Authentication:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)