Hangatnya Meja Daun Pisang

    0
    62

    Saat Tentara Menyatu dalam Pelukan Damai Tanah Papua

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di balik kabut yang menyelimuti lembah dan hembusan angin dingin pegunungan Papua, sebuah kisah penuh haru dan persaudaraan berkembang di Kampung Wombru, Distrik Mage’Abume. Bukan melalui kekerasan, melainkan melalui perjamuan sederhana yang diadakan di atas daun pisang, disajikan dengan penuh cinta dan semangat perdamaian.

    Pada hari Minggu, 8 Juni 2025, Pos Pintu Jawa Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti dari Komando Operasi TNI Habema hadir bukan sebagai aparat berseragam hijau tua yang kaku, tetapi sebagai saudara yang membawa kehangatan dan harapan.

    Dipimpin oleh Letnan Dua Infanteri Risal, para prajurit meletakkan senjata mereka dan duduk bersila bersama warga. Mereka mencicipi makanan lokal, mendengarkan cerita dari para tetua, dan bercanda dengan anak-anak yang tertawa riang.

    “Kami hadir bukan sekadar untuk menjaga batas, tetapi untuk membangun hubungan. Makan bersama adalah cara kami untuk bersatu dan lebih mengenal saudara-saudara kami di tanah Papua,” kata Letda Risal dengan senyuman hangat. “Kedamaian sejati terwujud dari meja yang sama dan perasaan yang sejiwa.”

    Makan Bersama, Menyatu Rasa
    Kehadiran TNI diterima dengan tangan terbuka. Ibu-ibu kampung dengan senyum tulus menyiapkan makanan khas, dan anak-anak bermain tanpa beban. Hari itu bukan sekadar makan bersama, tetapi perayaan kemanusiaan.

    Bapak Lexy, tokoh masyarakat Wombru, bahkan tak kuasa menahan haru:

    “Ini bukan sekadar makan bersama. Ini adalah pelukan yang menenangkan. Bukti bahwa kami tidak sendiri. Satgas Yonif 700/WYC bukan hanya tentara; mereka adalah saudara kami.”

    Pondasi Damai dari Meja Makan
    Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini adalah bentuk nyata filosofi operasi TNI di Papua: menyentuh hati, bukan sekadar menjaga teritori.

    Keberhasilan prajurit tidak hanya diukur dari peta keamanan, tetapi juga dari seberapa dalam mereka mengakar di hati masyarakat. “Kebersamaan di meja makan merupakan fondasi yang kuat untuk membangun kedamaian dan persatuan sejati di Bumi Cenderawasih,” tegas Mayjen Lucky.

    Dari lembah-lembah sunyi Papua, prajurit TNI menunjukkan bahwa cinta tanah air dapat diwujudkan melalui sejumput nasi dan seulas senyum. Di atas meja daun pisang, benih perdamaian ditanam dengan harapan akan tumbuh menjadi pohon persaudaraan yang tak akan goyah oleh badai apa pun.

    Authentication:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)