Gelar Operasi Lilin Singgalang, Ini yang Jadi Titik Perhatian Polda Sumbar 

    0
    102
    Polda Sumbar menggelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin Singgalang 2024 guna mempersiapkan pengamanan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Rakor ini dilaksanakan di Ruang Soekanto, Lantai IV Mapolda Sumbar, Kota Padang, pada Selasa (17/12/2024). [Foto: MC Kota Padang]

    PADANG, Cakrayudha-hankam.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Lilin Singgalang 2024 guna mempersiapkan pengamanan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Rakor ini dilaksanakan di Ruang Soekanto, Lantai IV Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumbar, Kota Padang, pada Selasa (17/12/2024).

    Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin Singgalang 2024 dipimpin oleh Kepala Bagian Kerja Sama (Kabag Kerma) Biro Ops Polda Sumbar AKBP Hardeny yang mewakili Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Sumbar.

    Dalam sambutannya, AKBP Hardeny menegaskan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama momen Nataru.

    “Pengamanan Natal dan Tahun Baru memerlukan sinergitas antara seluruh pihak terkait. Kita harus memastikan masyarakat Sumatera Barat dapat merayakan Nataru dengan aman dan nyaman,” ujar Hardeny.

    Beberapa potensi kerawanan yang menjadi perhatian di antaranya adalah aksi terorisme, gangguan kamtibmas, kepadatan lalu lintas, hingga potensi bencana alam seperti erupsi Gunung Marapi dan banjir. Selain itu, euforia pasca-Pilkada Serentak juga menjadi atensi khusus.

    “Dengan memperhatikan kondisi saat ini, kita harus memaksimalkan koordinasi untuk menyelesaikan potensi permasalahan dan mencari solusi terbaik,” tambahnya.

    Perlu diketahui, Operasi Lilin Singgalang 2024 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025, dengan melibatkan 2.399 personel Polri dan 2.151 personel dari instansi terkait. Sebanyak 64 pos akan disiapkan, terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.

    Adapun lokasi pengamanan meliputi gereja, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun kereta api, pasar, pusat perbelanjaan, serta objek wisata. Total ada 411 titik pengamanan yang akan diawasi secara ketat.

    “Tujuannya adalah menciptakan rasa aman dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat Sumatera Barat saat merayakan Natal dan Tahun Baru,” tutup Hardeny. (Red-050)

     

    Sumber: MC Kota Padang