Gelang Persaudaraan dari Dekai

    0
    63

    Ketika Marinir Menyulam Harapan Lewat Tangan Sang Pengrajin Papua

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah keindahan alam Papua yang menakjubkan, terjadi sebuah momen kecil yang memiliki dampak besar. Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir menunjukkan sisi humanis TNI melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos). Bukan dengan apel atau barisan, tetapi melalui senyuman tulus dan pertemuan hangat dengan seorang pengrajin gelang tangan khas Papua pada Selasa, 17 Juni 2025.

    Di sudut jalan Dekai, para prajurit mendekati sang pengrajin. Tanpa sekat atau formalitas, mereka terlibat dalam obrolan santai mengenai kehidupan, karya seni, dan impian kecil. Dengan penuh keyakinan, para prajurit membeli gelang-gelang buatan sang pengrajin sebagai bentuk dukungan dan penghargaan terhadap seni lokal.

    Senyum sang pengrajin tidak hanya muncul karena gelangnya terjual, tetapi juga karena dirinya merasa dihargai.

    “Ini adalah kegiatan yang kami lakukan dalam setiap patroli sektor. Komunikasi sosial merupakan cara untuk membangun hubungan emosional dan kebersamaan dengan masyarakat,” kata Komandan Satgas Yonif 1 Marinir, Letkol Marinir Siswanto.

    Ia menekankan bahwa pendekatan semacam ini adalah dasar dari kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Setiap jabat tangan dan tawa yang dibagikan menjadi cara bagi prajurit untuk merasakan denyut kehidupan masyarakat yang mereka bina.

    TNI tidak hanya berfokus pada patroli dan keamanan, tetapi juga hadir sebagai sahabat dan saudara yang peduli terhadap setiap aspek kehidupan rakyat. Dengan cara yang sederhana namun bermakna, mereka meruntuhkan dinding pemisah dan membangun jembatan kepercayaan yang kuat.

    Mayjen TNI Lucky Avianto, Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema, menyambut dengan hangat dan mengapresiasi pendekatan humanis ini.

    “Ketika prajurit datang dengan hati, bukan hanya dengan kekuatan, maka akan terjalin ikatan emosional yang tulus. Senyum warga Papua adalah simbol keberhasilan dari pendekatan kita,” tegasnya.

    Kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa di balik seragam loreng, terdapat jiwa yang peduli, mendengarkan, dan hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Prajurit TNI bukan hanya penjaga negara, tetapi juga duta kemanusiaan yang menyentuh hati melalui tindakan nyata.

    Di Dekai, seutas gelang menjadi lambang persaudaraan, dan prajurit Marinir mengingatkan kita bahwa kehadiran militer dapat memberikan kehangatan seperti keluarga.

    Ditulis oleh:
    (Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, Dansatgas Media HABEMA/Red-033)