Gadis ABG di Jakarta yang Bunuh Bapaknya Ternyata Tak Beraksi Sendirian, Ini Sosok yang Membantu

    0
    138

    Jakarta,Syafrin (55), bos perabot di Kanal Banjir Timur (KBT), RW 03, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, ditemukan tewas mengenaskan di dalam kiosnya.

    Jasad korban pertama kali ditemukan oleh karyawan toko berinisial I pada Jumat (21/6/2024) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

    Syafrin ternyata dibunuh oleh anak gadisnya yang masih ABG, KS, 17 tahun.

    Seminggu penyelidikan, polisi menemukan fakta baru.

    Polda Metro Jaya menemukan fakta baru dalam kasus pembunuhan terhadap bos perabotan rumah tangga di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur berinisial S (55).

    Pelaku pembunuhan bukan hanya anak pertama korban berinisial KS (17).

    Ternyata, sang adik berinisial PA (16) juga ikut membantu membunuh ayahnya tersebut.
    “Ada hal yg menarik pada saat dilakukan penyisiran itu, tertangkap di kamera e-TLE bahwa anak KS ini keluar dari TKP bersama adiknya sdri PA (16),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Selasa (2/7/2024).

    Adapun peran AP dalam membunuh ayahnya tersebut yakni dengan memukul kepala S sebanyak dua kali dengan papan kayu cucian.

    “Anak PA memukul kepala korban dua kali dengan kayu papan cucian kemudian anak KS diduga menusuk korban atau bapaknya dua kali dengan pisau dapur,” ucapnya.

    “Pisau dapur dan kayu papan cucian telah disita oleh penyidik, ada bekas darah di sana dilakukan pemeriksaan secara laboratoris sudah dicek itu identik dengan darah korban,” sambungnya.

    Dari hasil penyidikan dan gelar perkara, pihak kepolisian menemukan fakta jika AP terlibat dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka atau anak berkonflik dengan hukum.

    “Terhadap mereka berdua dijerat Pasal 340 KUHP itu tentang pembunuhan berencana subsider 338 KUHP tentang pembunuhan,” tuturnya.

    Sebelumnya, warga di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur digegerkan dengan adanya sesosok jenazah di dalam sebuah toko perabotan pada Sabtu (22/6/2024).

    Penemuan jasad ini juga viral di media sosial salah satunya diunggah akun Instagram @merekamjakarta.

    Dari video yang diunggah, warga terlihat berkumpul di belakang garis polisi di dekat toko yang rolling doornya setengah tertutup dan sudah ada polisi di lokasi.

    Akun itu menyebut jika jenazah tersebut merupakan seorang pedagang perabotan rumah tanggal berinisial S.

    Disebutkan juga, ada luka tusuk di bagian perut korban diduga dari benda tajam.

    Adapun penemuan jasad ini disebutkan oleh seorang warga lain yang juga pedagang di sekitar curiga karena korban sudah tiga hari tidak berjualan.

    Motif Pembunuhan

    Terungkap motif ABG perempuan berinisial KS (17) tega menghabisi bos toko perabot sekaligus ayah kandungnya sendiri, Syafrin (55).

    Korban tewas dibunuh di toko perabot miliknya di Jalan Masjid Baitul Latif, Duren Sawit, Jakarta Timur.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, KS membunuh ayahnya karena merasa sakit hati dengan perlakuan korban.

    “Alasan tersangka KS melakukan penusukan dan pembunuhan terhadap ayah kandung atau bapak kandungnya ini adalah, sementara ditemukan fakta oleh penyidik, karena sakit hati,” kata Ade Ary kepada wartawan, Senin (24/6/2024).

    Kepada polisi, KS mengaku sering dimarahi dan dituduh mencuri barang milik korban.

    Bahkan, KS mengaku pernah dipukul dan disebut sebagai anak haram oleh ayah kandungnya itu.

    “Karena sering dimarahi, kadang dipukul, dituduh mengambil barang milik korban, bahkan pernah dikatakan anak haram oleh korban. Ini berdasarkan keterangan tersangka,” ungkap Ade Ary.

    Meski demikian, Ade Ary menuturkan penyidik masih mencocokkan pengakuan KS dengan keterangan saksi-saksi dan bukti yang ditemukan.

    “Tentunya keterangan tersangka itu tidak berdiri sendiri rekan-rekan. Sekali lagi harus dikaitkan atau dibuat match atau dibuat harus sesuai dengan barang bukti, keterangan saksi, serta alat bukti yang lain,” ujar dia.

    Jasad korban pertama kali ditemukan oleh karyawan toko berinisial I pada Jumat (21/6/2024) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

    Ketika itu I hendak masuk ke toko perabot milik korban. Namun, rolling door toko tersebut dalam kondisi terkunci.

    I kemudian mengajak karyawan lainnya untuk membuka paksa toko. Mereka pun mendapati Syafrin dalam kondisi tidak bernyawa.

    “Setelah berhasil dibuka, digerinda, menyenggol kaki korban. Nah akhirnya ditemukan ada seorang laki-laki berusia 55 tahun inisial S meninggal dunia di atas tempat tidur, luka tusuk di dada, menggunakan kaos kuning,” kata Ade Ary.

    Berdasarkan pengakuan I, jelas Ade Ary, ia sempat pamit kepada korban untuk meninggalkan toko pada Rabu (19/6/2024) dini hari.

    “Saat itu di rumah korban ada korban, tersangka KS, dan adik tersangka KS. Ini seorang perempuan yg isunya 16 tahun dan juga merupakan anak korban,” ujar Kabid Humas.

    Tak lama kemudian, adik KS juga keluar meninggalkan toko sehingga tersisa tersangka dan korban di tempat kejadian perkara.

    Di momen itu lah KS menghabisi nyawa sang ayah. KS membunuh korban dengan menusuknya menggunakan pisau dapur.

    “Setelah tersangka melakukan penusukan kepada korban yang pertama, berdasarkan keterangan tersangka, korban melawan. Sempat terjadi perlawanan dengan melakukan pencakaran, mencakar tersangka di bagian tangannya,” ungkap Ade Ary.

    Namun, pelaku kembali menusuk ayah kandung itu hingga meninggal dunia.

    “Kemudian ditusuk yang kedua kali. Jadi sementara faktanya ditemukan dua kali menusuk,” ujar Ade Ary.(Red)