Eks Anak 1001 Malam Raih Juara Pertama Kejuaraan Pencak Silat Kategori Remaja Putra Kelas E di UNSC ke 7th 2025

0
448

Surabaya, Cakrayudha-hankam.com – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) kembali menggelar kejuaraan pencak silat ke 7th UM Surabaya National Silat Championship (UNSC) 2025 pada 3–6 September, bertempat di Gedung At-Tauhid Tower lantai 13 Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut

Muhammad Kevin Anchus Saputra salah satu peserta atlit silat asal Perguruan Setia Hati Teratai (PSHT) Rayon Rusunawa, Ranting Pakal, yang mengikuti kejuaraan UNSC 2025 mengatakan, kejuaraan yang diikuti ini merupakan kejuaraan pencak silat kategori pria remaja putra kelas E 42-45 kg.

“Allhamdulilah, ini pertama saya ikuti dan allhamdulilah bisa juara pertama di kategori pria remaja Kelas E,” kata Kevin yang juga mantan anak eks 1001 Malam, Surabaya.

Kevin menambahkan, di kejuaraan pencak silat yang ia ikuti merupakan yang kedua kalinya sebelumnya ia juga mengikuti kejuaraan pencak silat bela negara yang di selenggarakan di Gelora Bung Tomo (GBT).

“Tahun lalu di pencak silat Bela Negara di GBT saya juara kedua, untuk di kejuaraan ini saya latihan lebih keras, dan Allhamdulilah bisa juara pertama,” Tambah Kevin.

“Saya ucapkan Terima kasih kepada Mas Fairus pelatih yang sudah melatih saya selama persiapan kejuaraan hingga bisa juara,” Pungkas Kevin.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Vanessa Nurman Hakim mengatakan, kejuaraan UNSC 2025 diikuti sekitar 900 peserta dari 83 lembaga pendidikan seluruh Indonesia, termasuk dari Kalimantan Utara, Papua, dan terbanyak dari Jawa Timur.

“Untuk tahun ini ada sekitar 900 peserta dari 83 pendidikan yang mengikuti. Peserta berasal dari Kalimantan Utara, Papua, dan paling banyak dari Jawa Timur,” kata Vanessa Nurman Hakim di Surabaya, Jumat, (5/9/2025).

Vanessa menjelaskan kejuaraan tersebut mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari siswa SD kelas 4–6, pra remaja, SMA, remaja, hingga tingkat mahasiswa.

“Targetnya mencari potensi atlet dari usia terkecil hingga bisa terus dibina dan dilestarikan,” Pungkasnya.(Git)