JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Ancaman kebakaran masih menjadi momok bagi warga Jakarta, terutama mereka yang tinggal di kawasan padat penduduk. Menyikapi hal tersebut, DPRD DKI Jakarta mendorong Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk memperkuat langkah pencegahan dan mitigasi kebakaran.
Salah satu upaya yang disorot adalah pentingnya sosialisasi kepada warga dengan melibatkan aparat kelurahan, RT, dan RW. Selain itu, keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap RT dinilai sangat penting sebagai langkah awal dalam mengantisipasi bahaya kebakaran.
“Keberadaan APAR mandiri sangat penting. Pemerintah harus mengalokasikan anggaran untuk pengadaan APAR di tiap RT, karena masih banyak wilayah yang belum memilikinya,” ujar Dadiyono, anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, dalam rapat di Gedung DPRD, Rabu (16/7/2025).
Ia juga menyampaikan rasa duka atas kebakaran yang melanda lima rumah di Jalan Kerja Bakti VIII RT 03/RW 07, Kelurahan Makasar, Jakarta Timur.
“Saya turut berbelasungkawa atas musibah tersebut,” ucapnya.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu malam (13/7/2025) sekitar pukul 21.45 WIB itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Dugaan awal, kebakaran dipicu oleh kebocoran tabung gas.
“Warga diimbau untuk secara rutin memeriksa kondisi regulator dan selang gas. Jika selang sudah tidak layak pakai, sebaiknya segera diganti karena berisiko tinggi menyebabkan kebocoran,” tegas Dadiyono.
Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, jumlah kejadian kebakaran di wilayah ibu kota hingga 15 Juli 2025 tercatat mencapai 922 kasus.
Dari total tersebut, sekitar 61 persen disebabkan oleh permasalahan kelistrikan. Hal ini meliputi penggunaan perangkat listrik yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), instalasi yang tidak sesuai prosedur, serta kelalaian masyarakat dalam mengelola penggunaan listrik di rumah maupun tempat kerja.(Red-033)

