Harmoni TNI dan Warga Nduga dalam Pelukan Iman dan Persaudaraan
NDUGA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah pedalaman Papua, tepatnya di Distrik Krepkuri, terdapat sebuah kisah indah tentang persatuan yang muncul dari ketulusan. Sejak Minggu, 25 Mei 2025, prajurit Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku telah membangun hubungan yang erat dengan masyarakat setempat melalui kegiatan ibadah bersama. Langkah sederhana ini telah menghasilkan dampak yang luar biasa.
Di tengah tantangan menjaga kedaulatan, para prajurit ini memilih untuk merangkul perbedaan, membangun keharmonisan, dan menumbuhkan kasih dalam doa. Bersama tokoh agama dan warga dari berbagai latar belakang, mereka menciptakan ruang ibadah yang tidak hanya sakral, tetapi juga penuh makna kebersamaan.
“Ini bukan sekadar kegiatan rohani,” ungkap seorang tokoh masyarakat Papua, “tetapi merupakan wujud nyata bahwa TNI hadir untuk mendekap rakyatnya dalam damai, bukan hanya dalam menjalankan tugas.”
Komandan Satgas menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan merupakan strategi humanis untuk mempererat hubungan dengan masyarakat dan memperkuat kohesi sosial di daerah yang rawan konflik. Melalui ibadah bersama, para prajurit tidak hanya menjaga batas teritorial, tetapi juga membangun benteng spiritual yang menyatukan hati.
Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, juga memberikan apresiasi yang tinggi. Ia menyatakan bahwa inisiatif prajurit Yonif 733/Masariku mencerminkan nilai-nilai TNI yang humanis dan inklusif.
“Kegiatan ibadah bersama ini menunjukkan bahwa kekuatan terbesar kita terletak pada kemampuan untuk merangkul perbedaan, menciptakan kedamaian, dan menanamkan harapan dalam setiap langkah. Inilah wajah sejati TNI yang melindungi, mengayomi, dan bersatu dengan rakyat.”
Di Nduga, TNI dan masyarakat telah menunjukkan bahwa iman dapat menjadi jembatan terkuat dalam membangun persatuan. Saat kasih dipanjatkan dalam doa bersama, tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai, bahkan di tempat yang paling sepi sekalipun.
Sumber:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-0330)

