Surabaya,(Cakrayudha-hankam.com) – Pelaku penusukan terhadap penjual rokok dan pulsa di Jalan Kedung Anyar Gang II, Fahrihul Aziz, mencatut keluarga ketika diintrogasi penyidik Polsek Sawahan.
Ia mengaku terpaksa melakukan perbuatan tersebut karena mengincar dompet dan handphone korban. Dia perlu uang untuk menyenangkan anak-istri.
“Anak saya sedang libur sekolah, saya butuh uang biar bisa ngajak jalan-jalan keliling Surabaya,” katanya.
Lelaki usia 37 tahun itu memang di Surabaya bisa dikatakan perantau. Istri dan anaknya menetap di Kedamean, Gresik. Di
Surabaya, ia kerja bangunan dan tinggal di kos kawasan Kedung Anyar. Nah, liburan sekolah ajaran baru tahun ini, dia janji mengajak anak istri keliling Kota Surabaya.
Sayangnya, rencana itu gagal. Sebab, satu hari sebelum istri dan anaknya datang, tepatnya (1/7) sekira pukul 12.00, Aziz berbuat kriminal.
Siang itu, ia keluar kos hendak membeli sabun di toko Anis. Sampai di toko, ia melihat korban sedang tidur, dan di atas kepala terdapat handphone dan dompet.
Niat awal yang semula beli sabun, jadi berubah. Aziz pulang mengambil pisau lalu, tak lama kembali ke toko. Memang jarak kos dan toko hanya sekitar 50 meter.
Sampai di sana, ia mengendap-endap masuk, lalu melompati etalase untuk mendekati korban. Handphone dan dompet dicuri. Saat hendak kabur, tiba-tiba korban terbangun.
“Merasa aksinya tidak berjalan mulus, tersangka (Aziz) panik dan langsung menusuk tubuh Anis secara membabi buta,” ujar Kapolsek Sawahan Kompol Domingos De F Ximenes.
Kapolsek mengaku tidak terlalu menggubris alasan tersangka. Menurutnya, sangat biasa pelaku kejahatan selalu mengeluarkan seribu alasan ketika tertangkap. Ia malah menduga tersangka bukan pertama kali berbuat jahat dan jago akting.
Pasalnya, ketika korban ditusuk dan teriak meminta pertolongan, tersangka langsung melarikan diri melalui pintu toko dan membuang pisau. Berlagak ikut panik agar tidak tidak dicurigai warga. Baru ketahuan setelah ada tukang becak biasa mangkal di ujung gang membongkar perbuatan tersangka.(Red)

