Demo Nelayan Surabaya Tolak Reklamasi PSN di Pesisir Terpadu.

    0
    159

    Surabaya,(Cakrayudha-hankam.com) – Puluhan nelayan berbagai wilayah di Surabaya menggelar demo menyampaikan aspirasi di pantai ria jalan Sukolilo. Selasa (3/9/2024) siang.

    Mereka menolak reklamasi proyek strategis nasional (PSN) Pembangunan Surabaya Waterfront Land (SWL) di pesisir terpadu.

    Saya mewakili Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Kelurahan Kedung Cowek menolak keras dengan adanya reklamasi,ucap Hatip  perwakilan nelayan

    Menurut ia, karena laut yang ada di pesisir Surabaya hajat hidup orang banyak yang harus  dipertahankan.

    Jadi lingkungan kami tidak mau rusak dan laut kami juga tidak mau diuruk, khususnya Laut di wilayah  kedung cowek untuk kebutuhan hidup nelayan.
    Wilayah kami butuh laut khususnya untuk nelayan, kata Hatip.

    Ditempat yg sama, Choirul Subekti Bidang Hukum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Surabaya mempersoalkan terkait kajian – kajian.

    Seperti apa temuan hasil kajian teknik kelautan dan perikanannya? tanya Choirul Subekti.
    Pihaknya selaku bidang hukum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Surabaya menyatakan akan selalu melindungi para nelayan tradisional  maupun nelayan budi daya.

    Sementara dalam hal ini nelayan hidupnya sulit, jangan dibuat sulit lagi Karena itu, pihaknya tidak berkenan adanya reklamasi bahkan Surabaya sendiri meski tidak ada reklamasi menurutnya sudah banjir ungkap Choirul Subekti.

    Sudah 2 Wali Kota dari ITS ini tidak  bisa mencegah banjir apalagi ada reklamasi,
    Karena itu, pihaknya bersepakat menolak dan berencana akan menggugat sampai ke PTUN ,Tutup Choirul Subekti.

    Dari pantauan, aksi demo nelayan ini didampingi oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur juga dewan kesenian dan kebudayaan Jawa Timur.

    Bahkan aksi demo nelayan ini ditengah pertemuan sosialisasi dilakukan oleh PT Granting Jaya selaku operator reklamasi PSN dengan beberapa pihak kecamatan namun dibatalkan.

    Perwakilan dari Pihak PT Granting Jaya langsung menemui dan mendengarkan aspirasi para nelayan yang mendapat pengawalan dari kepolisian dan TNI.(EH.054)