Bukti Cinta Tanpa Sekat di Tanah Nduga
PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah hutan Papua yang tenang, sebuah peristiwa sederhana namun bermakna terjadi pada Jumat pagi (2/5/2025) di Titik Kuat Pelabuhan Amor, Kampung Mumugu, Nduga. Di lokasi ini, prajurit TNI dari Satgas Yonif 733/Masariku, yang dipimpin oleh Sertu Yudhi, menunjukkan bahwa membangun bangsa tidak hanya berkaitan dengan senjata, tetapi juga dengan mendengarkan, menyapa, dan menghargai kemanusiaan.
Dalam kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) yang berlangsung dengan hangat, para prajurit tidak hanya berdialog. Mereka menyambut masyarakat dengan tangan terbuka dan melakukan aksi nyata: membeli seluruh hasil bumi yang dibawa oleh warga dari ladang. Dari ubi hingga sayur-mayur, semua dibeli tanpa tawar-menawar. Ini merupakan bentuk dukungan moral dan ekonomi yang sangat menginspirasi.
“Kami tidak hanya menjaga, tetapi juga ingin hadir sebagai saudara,” kata Sertu Yudhi sambil memanggul hasil panen warga.
Pagi itu, langit Mumugu tidak hanya menjadi saksi jual beli, tetapi juga momen terjalinnya ikatan emosional antara masyarakat dan tentara. Tawa anak-anak, senyuman para ibu, dan obrolan hangat yang sederhana semuanya menyatu dalam satu pesan yang kuat: TNI hadir dengan sepenuh hati.
Pemimpin Bicara: TNI Bukan Hanya Penjaga, Melainkan Pemicu Harapan. Komandan Satgas Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun hubungan sosial yang kuat dan produktif.
Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk berkontribusi dalam pembangunan. “Membangun Papua memerlukan sinergi dan kepercayaan,” tegasnya.
Kepercayaan tersebut terlihat jelas dari reaksi masyarakat. Kehadiran TNI kini tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang jauh, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Mumugu. Sebuah narasi baru sedang dibentuk, yaitu tentang kehadiran aparat yang mendukung, bukan menekan.
Pangkoops Habema: TNI Hadir dengan Cinta. Kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) ini juga mendapatkan apresiasi penuh dari Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, yang menyebutnya sebagai langkah cerdas dan berani dalam membangun hubungan yang lebih dekat.
Apa yang dilakukan oleh Satgas Yonif 733/Masariku mencerminkan kepedulian dan semangat kemanusiaan. Membeli hasil pertanian bukan hanya sekadar mendukung perekonomian, tetapi juga membangun rasa memiliki dan kebersamaan yang sangat berharga,” ungkap Pangkoops dengan penuh kebanggaan.
Papua Tak Pernah Sendiri
Dari Pelabuhan Amor, ladang-ladang kecil di Mumugu, hingga ke daerah-daerah terpencil lainnya, kisah ini menyebar sebagai bukti bahwa Papua tidak pernah sendirian. Ada tangan-tangan kuat dari prajurit bangsa yang siap memberikan dukungan, bukan hanya untuk menjaga, tetapi juga untuk menghidupkan harapan.
Sumber:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)

