Dari Pintu Honai, TNI Masuk ke Hati Rakyat Papua

    0
    204

    YAHUKIMO, Cakrayudha-hankan.com – Di tengah sejuknya kabut pegunungan dan hangatnya sambutan masyarakat, para prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 1 Marinir kembali menorehkan kisah kedekatan yang tulus dengan rakyat. Kali ini, mereka melangkah menuju Kampung Pilong, Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, pada Kamis (19/06/2025), menyapa masyarakat dengan senyuman, sapaan hangat, dan pelukan di depan Honai, yang merupakan pusat budaya masyarakat Papua.

    Honai, rumah bulat dengan atap ilalang, bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga simbol jiwa dan identitas masyarakat pegunungan Papua. Di sinilah para prajurit TNI memulai dialog: bukan dari posisi yang tinggi, tetapi dari tanah, rumput, dan senyuman yang sejajar.

    “Honai bukan hanya sekadar rumah, tetapi juga jiwa masyarakat Papua. Dengan kehadiran kami dan sapaan dari pintu honai, kami ingin masyarakat tahu bahwa TNI hadir bukan sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai pelindung dan sahabat yang setia,” ungkap Dansatgas Letkol Marinir Siswanto.

    Menyatu, Bukan Menguasai
    Dalam suasana hangat anjangsana, Satgas Yonif 1 Marinir membagikan bantuan sederhana sekaligus memberikan edukasi ringan kepada masyarakat. Namun, lebih dari itu, mereka meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita dan menciptakan ruang aman bagi warga, sehingga mereka merasakan kehadiran negara tidak hanya dari jauh, tetapi juga dari dekat—dari pintu rumah mereka sendiri.

    Masyarakat menyambut dengan antusias. Anak-anak tersenyum tanpa rasa takut, sementara orang tua mengangguk penuh kepercayaan. Inilah wajah baru pertahanan: humanis, terbuka, dan menyatu.

    Penghormatan dari Pusat Komando
    Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan budaya yang diterapkan oleh prajurit Marinir.

    “Saya bangga melihat prajurit kita berinteraksi dengan rakyat melalui akar budaya mereka. Honai adalah simbol kehidupan masyarakat Papua, dan TNI hadir di sana, menyatu dengan denyut nadi rakyat. Kami tidak hanya menjaga batas, tetapi juga membangun kepercayaan,” tegasnya.

    Penutup:
    Di depan Honai, tidak ada jarak yang memisahkan. Hanya ada rasa saling percaya, saling mendengarkan, dan saling melindungi. Inilah pesan yang kuat dari Kampung Pilong: kekuatan sejati TNI tidak terletak hanya pada senjata, tetapi pada kemampuan mereka untuk menyentuh hati rakyat. Satgas Yonif 1 Marinir tidak hanya menjaga wilayah, tetapi juga menjaga harapan.

    Sumber:
    (Pen Satgas Yonif 1 Marinir/Red-033)