Dari Panggung ke Hati, Dramaloka Asmara Pinggiran Bikin Penonton Terbawa Emosi

    0
    399

    SURABAYA, Cakrayudha-hankam.com – Kisah asmara pinggiran yang penuh lika-liku berhasil dipentaskan dengan bagus oleh mahasiswa S1 Sastra Indonesia Unesa. Dramaloka “Asmara Pinggiran” yang digelar di Gedung Pertunjukan Sawunggaling pada Kamis (12/12/2024) sore ini sukses menyentuh hati para penonton.

    Pimpinan produksi film drama Asmara Pinggiran, Rina Syahrina mengatakan bahwa sebuah pertunjukan teater ini mengangkat isu-isu sosial di kota Surabaya sukses menarik perhatian penonton,khususnya kalangan anak muda. Menurutnya, pertunjukan ini berhasil mengemas permasalahan komplek menjadi sebuah kisah yang relevan dan menghibur.

    “Pemilihan tema ini didorong oleh keinginan untuk menyoroti kehidupan masyarakat di pinggiran kota Surabaya,” ujarnya saat ditemui wartawan cakrayudha-hankam.com selepas pertunjukan drama tersebut.

    “Kami ingin mengangkat isu-isu seperti permukiman kumuh, ketimpangan sosial, dan asrama dikalangan anak muda yang tinggal di lingkungan tersebut,” tambah seorang mahasiswi Sastra Indonesia Angkatan 2023.

    Rina menyampaikan bahwa salah satu inovasi menarik dalam pertunjukan ini merupakan penggunaan konsep “theater date” sebagai strategi promosi.

    “Konsep ini terbukti efektif dalam menarik minat penonton anak muda atau genzi, dengan tercapainya jumlah penonton sebanyak 250 orang disetiap sesi pertunjukan,” terang Rina sapaan akrabnya.

    “Kami pun sadar, anak muda mungkin kurang tertarik dengan drama-drama konvensional. Maka dari itu, kami mencoba pendekatan yang lebih kekinian dengan mengusung konsep theater date,” imbuhnya.

    Rina mengungkapkan bahwa pertunjukan ini juga melibatkan sejumlah besar aktor yaitu sebanyak 26 orang.

    “Bahkan, kita berhasil menghidupkan karakter-karakter dalam cerita dengan bagus, sehingga penonton dapat terbawa dalam alur cerita yang penuh emosi,” ungkap Rina.

    Rina berharap bahwa pertunjukan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya untuk terus berkarya dan mengangkat isu-isu sosial yang relevan.

    “Kami ingin kegiatan ini berkelanjutan dan menampilkan karya yang semakin baik dimasa mendatang,” harapnya.

    Sementara itu, seorang mahasiswi S1 Desain Komunikasi Visual Unesa Nadia menyampaikan, kekagumannya terhadap pementasan drama yang baru saja menyaksikan.

    “Drama ini sangat mengagumkan. Pementasannya sangat baik, dengan cerita yang menyentuh dan mempunyai efek terapi. Selain itu, ceritanya juga relevan dengan kisah nyata,” kata Nadia.

    Nadia menyoroti interaksi langsung antara para aktor dengan penonton, yang membuat pengalaman menonton menjadi lebih mendalam.

    “Kita diajak merasakan bagaimana rasanya berada dipangging, seolah-olah hidup bersama para aktor diatas panggung,” ucapnya.

    Nadia pun berharap drama seperti ini tidak hanya dipentaskan sekali saja, melainkan dapat diadakan kembali dimasa mendatang dengan cakupan penonton yang lebih luas.

    “Drama ini sangat bagus, dan rasanya sayang jika hanya dipentaskan satu kali,” tukasnya. (059)