Danwingdik 800/Pasgat Ikuti Round Table Discussion di Lanud Sulaiman

0
2208
DETEKSI DINI LGBT: Danwingdik 800/Pasgat Kolonel Pas Harry Nugroho bersama perwakilan anggota Wingdik 800/Pasgat turut serta dalam kegiatan Round Table Discussion (RTD) bertema "Deteksi Dini Terhadap Siswa yang Terindikasi Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT)", yang diselenggarakan di Gedung Cendrawasih, Lanud) Sulaiman, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Senin (21/7/2025). [Foto: Pen Wingdik 800/Pasgat]

BANDUNG, Cakrayudha-hankam.com – Komandan Wing Pendidikan 800/ Pasukan Gerak Cepat (Danwingdik 800/Pasgat) Kolonel Pas Harry Nugroho, S.Kom., M.Han., bersama perwakilan anggota Wingdik 800/Pasgat, turut serta dalam kegiatan Round Table Discussion (RTD) bertema “Deteksi Dini Terhadap Siswa yang Terindikasi Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT)“, yang diselenggarakan di Gedung Cendrawasih, Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sulaiman, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Senin (21/7/2025).

Kegiatan RTD ini merupakan forum diskusi terbuka yang melibatkan unsur pimpinan, pendidik, dan pembina di lingkungan pendidikan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), khususnya di bawah Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Kodiklatau).

Tujuan dari RTD ini, yaitu untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan deteksi dini terhadap perilaku yang menyimpang dari norma, khususnya dalam konteks pendidikan militer yang menjunjung tinggi disiplin, etika, dan jati diri prajurit TNI AU.

Dalam kesempatan tersebut, Marsma TNI Fajar Ardriyanto, S.H., M.B.A., M.Si., selaku Kepala Kelompok Staf Ahli Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Kapok Sahli Kodiklatau) menyampaikan pentingnya sinergi antara pimpinan satuan di wilayah Lanud Sulaiman, tenaga pendidik, dan pembina dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan berintegritas.

Marsma TNI Fajar Ardriyanto juga menekankan bahwa deteksi dini terhadap potensi penyimpangan perilaku perlu dilakukan secara bijaksana, humanis, serta berdasarkan pendekatan edukatif dan preventif.

RTD ini diisi oleh sejumlah narasumber dari Dinas Psikologi Angkatan Udara, serta pejabat internal TNI AU yang berkompeten di bidang pembinaan mental dan kepribadian prajurit.

Para peserta aktif berdiskusi mengenai langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk memperkuat karakter peserta didik dan membentuk pribadi prajurit yang tangguh dan bermoral.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen TNI AU dalam menjaga mutu pendidikan serta membentuk generasi prajurit yang profesional, bermoral, dan berkarakter kuat sesuai dengan nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. (Red-050)

 

Sumber: Pen Wingdik 800/Pasgat