Cerita Melmel Ngendap-ngendap di Kasus Vina Cirebon, Intip Eky Disiksa,Ikut Antar Jasad ke Jembatan

    0
    123

    Cirebon,(Cakrayudha-hankam.com) – Melmel mengaku mengintip penyiksaan pada Eky dan Vina di Cirebon.

    Melmel bahkan mengaku membuntuti pelaku membawa jasad Eky dan Vina ke flyover Talun, Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu 27 Agustus 2016.

    Melmel mengaku merupakan teman Eky.

    Dia bercerita sebelum kejadian bersama Eky, Vina dan Linda.

    Melmel berpisah dengan Eky setelah isi bensin.

    Kemudian dia melihat Eky dibawa pelaku masuk ke dalam Gang Bakti 1 di samping SMP 11 Cirebon.

    “Saya ajak yang jaga warung tapi dia ndak berani, saya ngendap-ngendap ke dalam, di dalam sudah ramai,” kata Melmel seperti dikutip media ini dari di TvOne.

    Ketika mengintip, Melmel mengaku melihat pelaku sudah menyiksa Eky.

    “Sudah ada pemukulan, ada lebih dari 10 saya gak ngitung. yang pertama disiksa itu Eky. Saya mau samperin tapi takut juga,” katanya.

    Menurut Melmel, Eky disiksa hingga tak bergerak lagi.

    “Setelah Eky dipukul sudah gak bergerak, lalu si Vina ini yang disiksa, ada sejaman kurang lebih,” katanya.

    Ketika Eky dan Vina sudah tak berdaya, menurut Melmel, sebagian pelaku keluar gang lebih dulu.

    Baru disusul pelaku membonceng Eky dan Vina.
    “Begitu selesai, mereka mau keluar saya lari. Pertama yang keluar berapa motor aja, Vina sama Eky belum dibawa, gak tau mereka ngecek apa gimana,” katanya.

    Kata Melmel, pelaku membonceng masing-masing korban.

    “Diboceng 3, Vina ditaruh di tengah sambil tutup mukanya pakai jaket, gak ada pergerakan sudah,” katanya.

    Melmel kemudian mengaku membuntuti iring-iringan pelaku yang membawa Eky dan Vina

    “Jarak saya agak jauh,” katanya.

    Melmel melihat awalnya pelaku membawa dua korban ke bawah jembatan Talun.

    “Entah kenapa dibawa naik ke atas, nah di atas itu terakhir dibuang Eky sama Vina,” kata Melmel.

    Dengan kondisi flyover Talun yang terang karena lampu penerang jalan, Melmel mengaku mengenali beberapa pelaku, di antaranya Saka Tatal dan Ucok.

    “Saka Tatal ada, Ucok entah siapa panggilannya di geng motor saya gak tahu,” katanya.

    Usai menaruh jasad Eky dan Vina di flyover Talun, sebagian pelaku pergi.

    “Tapi gak semuanya, kayaknya sudah dibagi tugasnya. Saya datangin, saya hampiri Eky saya pikir ada pergerakan,” kata Melmel.

    Teman Pegi Setiawan, Suharsono atau Bondol juga mengaku melihat jasad Eky dan Vina.

    Saat itu ia baru tiba dari Bandung setelah diantar pulang oleh Pegi, Ibnu dan Robi.

    “Sampai di Cirebon KM 202 saya turun, jalan kaki, saya pulang, di atas ramai ada orang. Saya lihat, naik ke jembatan lewat tangga,” kata Bondol.

    Dalam isi dakwaan tertulis bahwa penyiksaan Eky dan Vina dimulai pukul 21.00 WIB.

    Saat melihat keramaian Bondol menduga bahwa Eky dan Vina merupakan korban kecelakaan.

    “Terus saya pulang, dengar-dengan jadinya pembunuhan,” katanya.

    Ia juga kaget ketika mendengar kabar Pegi Setiawan ditetapkan sebagai tersangka kasus Vina Cirebon.

    “Pegi kan masih di Bandung,” pungkasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media.(Red)