Cerita Jukir di Yogya Coba Pakai QRIS

    0
    345

    Banyak Peanggan Kabur Sebelum Bayar

     

    YOGYAKARTA, Cakayudha-hankam.com – Sejak April lalu, Kota Yogyakarta telah meluncurkan program uji coba pembayaran parkir menggunakan QRIS di lima ruas jalan: Jl. Mataram, Diponegoro, Laksda Adisucipto, Brigjen Katamso, dan KH Ahmad Dahlan. Sebanyak 10 juru parkir (jukir) telah ditunjuk untuk berpartisipasi dalam proyek percontohan pembayaran digital ini.

    Pada hari Senin (9/6), tim Pandangan Jogja mengunjungi sembilan juru parkir di Jalan Mataram, Jalan Brigjen Katamso, dan Jalan KH Ahmad Dahlan. Sayangnya, tidak ada satu pun dari mereka yang menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran.

    Menariknya, satu-satunya jukir yang pernah menggunakan QRIS adalah yang tidak termasuk dalam proyek percontohan ini. Ia beroperasi di Jl. Brigjen Katamso, tepat di depan Toko Emas Semar, namun enggan mengungkapkan namanya. Ia mengaku mengalami beberapa kendala saat menggunakan QRIS, sehingga akhirnya memilih kembali ke metode pembayaran tunai.

    “Saya menggunakan QRIS sekali, dan itu adalah QRIS pribadi. Namun, saat itu kendaraan (motor maupun mobil) sudah pergi. Prosesnya baru saja dimulai, dan saya tidak bisa mengejar,” ungkapnya saat ditemui di Jl. Brigjen Katamso, Senin (9/6).

    Karena masalah tersebut, ia memutuskan untuk kembali menggunakan pembayaran tunai yang dianggap lebih praktis dan mengurangi risiko kehilangan kendaraan.

    Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Golkari Made Yulianto, menjelaskan bahwa masalah ini menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan. “Ini menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi kami, catatan untuk perbaikan di masa mendatang. Mungkin masyarakat belum terbiasa menggunakan QRIS, sehingga terasa lebih lama, dan mereka menjadi tidak sabar,” kata Golkari saat dikonfirmasi oleh Pandangan Jogja, Senin (9/6).

    Ia menambahkan bahwa Dishub Kota Yogyakarta tetap berharap sistem pembayaran parkir dengan QRIS dapat diterapkan secara luas di Yogyakarta. (Red-033)