Canggih, Tersangka Pabrik Narkoba Pakai Aplikasi Telegram, Transaksi dengan Bitcoin

    0
    90

    Badung,(Cakrayudha-hankam.com) – Pengungkapan pabrik narkoba di Vila Sunny di Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali, Kamis (2/5) lalu membuka fakta baru.

    Para pelaku ternyata bekerja dengan rapi dan sistematis.

    Para pelaku membuat grup di aplikasi Telegram, seperti bali hydra bot, cannashop robot, bali cristal bot, hydra indonesia manager, dan mentor cannashop.

    Kode-kodenya tersebar di seluruh Bali.

    Ada yang dicat di tembok menggunakan cat semprot (pilox), ditempel di tiang listrik dan pamflet kecil.

    Transaksi pemesanan narkoba itu dilakukan menggunakan uang elektronik bitcoin.

    “Untuk transaksi narkoba menggunakan aplikasi Telegram.

    Itu (alamat situs) ditempel di mana-mana, mungkin kalau orang awam melihat itu enggak tahu, ternyata itu adalah kode untuk orang beli (narkoba),” kata Kabareskrim Komjen Wahyu Widada.
    Dalam kasus ini, polisi mengamankan tiga WNA, yakni saudara kembar asal Ukraina bernama Ivan Volovod (31) dan Mikhayla Volovod (31).

    Satu orang lagi WNA Rusia, Konstantin Krutz (KK), tetapi ada satu lagi tersangka seorang WNI berinisial LM.

    Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa, pabrik narkoba yang memiliki keterkaitan dengan jaringan bandar narkoba Fredy Pratama itu menggunakan sistem kerja penanaman ganja hidroponik yang sudah modern dan sistematis.

    Penanamannya sudah di-setting, menggunakan lampu ultraviolet, alat pengukur pH, pemberian air, oksigen, serta pupuk secara otomatis dan teratur sehingga bunga ganja yang dihasilkan kualitasnya sangat baik.

    Sistem kerja mephedrone dirancang sistematis dengan mencampurkan bahan-bahan kimia menggunakan alat pengukur pH dan adonan dimasukkan ke alat reverse cooler mix agar produk yang dihasilkan dalam posisi kental.

    Bahan tersebut dicampur lagi dengan bahan-bahan kimia lainnya, disaring, lalu dicuci dengan aceton sampai kering hingga menjadi mephedrone (tanpa perlu dicetak dengan mesin seperti xtc).

    Menurut Brigjen Mukti Juharsa, modus operandi pemasaran barang haram tersebut menggunakan jaringan Hydra Indonesia, darknet forum 2 roads.cc.(Red)