Bukan Dengan Senjata, Tapi Hati

    0
    50

    Prajurit Yonif 501/BY Damaikan Perselisihan Adat di Maybrat

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah ketenangan alam Kampung Asiafsaman, Distrik Aifat Selatan, sempat terjadi ketegangan akibat perselisihan adat yang hampir merusak keharmonisan masyarakat. Namun, ketegangan tersebut tidak berlangsung lama. Prajurit TNI dari Yonif 501/Bajra Yudha (BY) hadir membawa suasana damai, bukan melalui kekuatan militer, melainkan dengan ketulusan dan kepekaan terhadap budaya. Kejadian ini berlangsung pada Selasa, 6 Mei 2025.

    Berseragam, Namun Membawa Kedamaian
    Sebagai bagian dari Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan), para prajurit Yonif 501/BY segera merespons konflik yang terjadi antara dua kelompok warga setempat. Mereka tidak datang untuk menghakimi, tetapi untuk mendengarkan, merangkul, dan menjembatani perbedaan. Dengan langkah yang tegas namun lembut, mereka memasuki ruang-ruang dialog yang selama ini terhalang oleh ego dan luka lama.

    Letkol Inf Yakhya Wisnu A. S.Sos., M.Han., Dansatgas Yonif 501/BY, menjelaskan filosofi pendekatan yang mereka terapkan. “Kami hadir bukan untuk menggantikan hukum adat, melainkan untuk memastikan proses penyelesaian berlangsung dengan damai. Kami menghormati kearifan lokal dan berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi, bukan sebagai sumber tekanan,” tegasnya.

    Balai Kampung Sebagai Ruang Damai
    Balai kampung berfungsi sebagai tempat suci untuk perdamaian. Di sana, para prajurit duduk berdampingan dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan dua kelompok yang berselisih. Dialog terbuka pun berlangsung. Suasana yang awalnya tegang perlahan mencair, digantikan oleh anggukan setuju dan senyuman yang kembali merekah.

    Akhirnya, kesepakatan damai berhasil dicapai. Tidak ada sorak-sorai kemenangan, hanya rasa haru dan kelegaan yang mendalam. Kedua belah pihak saling berjabat tangan, dan untuk sejenak, waktu seolah berhenti saat semangat persaudaraan kembali menyelimuti kampung.

    Pangkoops Habema: Inilah TNI Sejati
    Mayjen TNI Lucky Avianto, Panglima Komando Operasi Habema, memberikan penghargaan yang tinggi. “Ini adalah contoh nyata TNI sejati. TNI tidak hanya bertugas menjaga wilayah, tetapi juga menjaga hubungan dengan masyarakat. Tindakan Yonif 501/BY menunjukkan bahwa TNI dapat menjadi pelindung yang merangkul, bukan menaklukkan,” ungkapnya dengan penuh kebanggaan pada Selasa (6/5/2025).

    Pesan Damai dari Papua
    Cerita dari Kampung Asiafsaman bukan sekadar laporan harian Satgas, melainkan sebuah pesan kuat mengenai peran TNI di tanah Papua: bukan hanya sebagai penjaga batas, tetapi juga sebagai pelindung harmoni sosial. Prajurit Yonif 501/BY telah menciptakan jejak damai dengan langkah lembut dan hati yang terbuka.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)