Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok Manfaatkan Lahan Kosong

    0
    60

    PANGKEP, Cakrayudha-hankam.com – Pemerintah Desa Bowong Cindea, yang terletak di Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warganya melalui berbagai inovasi. Salah satu inisiatif terbaru adalah pemanfaatan lahan kosong di sekitar permukiman untuk budidaya ikan nila dengan menggunakan sistem bioflok.

    Kepala Desa Bowong Cindea, Maruseng, menjelaskan rencana ambisius ini saat ditemui di lokasi budidaya pada Selasa (30/4/2025). “Kami akan memanfaatkan lahan kosong di sekitar pemukiman warga untuk pemeliharaan ikan nila. Pada tahap awal, kami berencana membangun lima unit kolam dengan sistem bioflok,” katanya.

    Sistem bioflok dipilih karena dianggap lebih efisien dan ramah lingkungan. Teknologi ini memungkinkan pemeliharaan ikan dalam kolam berkapasitas kecil, tetapi tetap menghasilkan panen yang optimal, sekaligus mengurangi limbah.

    Menurut Maruseng, inisiatif ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan produksi ikan konsumsi lokal, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. “Ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat desa. Keuntungan dari hasil panen akan kami bagi secara adil,” ujarnya.

    Setiap unit kolam yang dibangun akan dikelola oleh kelompok warga yang telah menerima pelatihan khusus dari dinas perikanan setempat. Pemerintah desa juga telah bekerja sama dengan penyuluh perikanan untuk mendampingi para peternak ikan.

    Dengan menggunakan sistem bioflok, ikan nila yang dibudidayakan dapat tumbuh lebih cepat dan memiliki kualitas daging yang lebih baik. Selain itu, sistem ini tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga sangat cocok diterapkan di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi.

    Proyek ini disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat. Salah satu warga, Arman (42), menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap. “Kami merasa sangat terbantu, terutama jika kami dapat terlibat langsung dalam proses pembangunannya,” ujarnya.

    Dalam jangka panjang, jika proyek ini berhasil, Kepala Desa berencana untuk memperluas budidaya ikan bioflok ke dusun-dusun lain di wilayah Bowong Cindea. Harapannya, desa ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Pangkep dalam mengelola potensi sumber daya lokal.

    Selain budidaya, desa juga sedang merancang program pemasaran hasil panen ikan nila secara mandiri. Beberapa mitra usaha lokal, seperti warung makan dan pengepul ikan, telah diajak untuk bekerja sama dalam menampung hasil panen tersebut.

    Pemerintah desa membuka kesempatan bagi investor lokal untuk berpartisipasi dalam pengembangan sistem bioflok. “Kami siap menjalin kerja sama demi kemajuan ekonomi desa,” ungkap Maruseng.

    Inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah desa untuk menjadikan Bowong Cindea sebagai desa mandiri dalam hal pangan dan ekonomi pada tahun 2026. Selain fokus pada budidaya ikan, pemerintah desa juga sedang mengembangkan kebun hortikultura dan peternakan ayam kampung.

    Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan dinas terkait, proyek budidaya ikan nila berbasis bioflok diharapkan dapat menjadi pendorong ekonomi baru bagi masyarakat Bowong Cindea. (Red-033)