Berkunjung ke Muara Kaman, Deputi Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Disambut Dengan Upacara Tempong Tawar Adat Kutai Mulawarman 

0
694

MUARA KAMAN || Cakrayudha_hankam.com – Ketua Lembaga Adat Besar Kecamatan Muara Kaman, Ayahda Arsil, SPd., menyampaikan bahwa di Muara Kaman, pada 07 Pebruari 2026, hari ini menerima kunjungan Bapak Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, dalam rangka pelestarian dan perlindungan kawasan Pesut Mahakam Muara Kaman dan Kota Bangun.

Dalam laporannya, Ayahda Arsil, SPd., Ketua Lembaga Adat Besar Kecamatan Muara Kaman, menyatakan bahwa kehadiran Bapak Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Muara Kaman merupakan kehormatan besar bagi masyarakat adat dan warga Muara Kaman.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Muara Kaman. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan melestarikan budaya lokal di Muara Kaman,” ujar Ayahda Arsil, SPd.

Lembaga Adat Besar Muara Kaman berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan melestarikan budaya lokal di Muara Kaman. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Kawasan Perlindungan Hewan Pesut di Sungai Pela Kota Bangun dan Sungai Sabintulung Muara Kaman.

Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLHK) terus berupaya melindungi dan melestarikan hewan pesut Mahakam, salah satu hewan ikonik yang sangat langka di Indonesia. Kawasan perlindungan hewan pesut di Sungai Pela Kota Bangun dan Sungai Sabintulung Muara Kaman telah ditetapkan sebagai kawasan perlindungan hewan pesut Mahakam.

“Upaya ini bertujuan untuk melindungi dan melestarikan habitat hewan pesut Mahakam, serta meningkatkan populasi hewan ini yang semakin langka,” kata Bapak Deputi Kementerian Lingkungan Hidup RI.

KLHK mengharapkan dukungan seluruh masyarakat untuk melindungi hewan pesut Mahakam dan habitatnya. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melindungi hewan pesut Mahakam dan menjaga keseimbangan ekosistem di Sungai Pela Kota Bangun dan Sungai Sabintulung Muara Kaman,” tambahnya.

Hewan pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) adalah salah satu spesies lumba-lumba air tawar yang hanya ditemukan di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Populasi hewan ini semakin menurun akibat perburuan dan kerusakan habitat. Nadi Baswan, S.Ip Menyambut Kedatangan Rombongan Kementerian Lingkungan Hidup RI dengan Upacara Tempong Tawar Adat Kutai Mulawarman

Camat Muara Kaman, Nadi Baswan, S.Ip, menyambut kedatangan Rombongan Kementerian Lingkungan Hidup RI yang juga didampingi oleh Dinas Perikanan Kelautan Provinsi dan Kukar, serta LSM RASI, dengan Upacara Tempong Tawar Adat Kutai Mulawarman.

Upacara adat ini merupakan bentuk penghormatan dan penyambutan bagi tamu kehormatan, serta sebagai upaya melestarikan budaya dan tradisi lokal di Muara Kaman.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Rombongan Kementerian Lingkungan Hidup RI di Muara Kaman. Upacara Tempong Tawar Adat Kutai Mulawarman ini merupakan salah satu warisan budaya Kerajaan Kutai Mulawarman yang masih dilestarikan hingga saat ini, karena merupakan warisan Kerajaan tertua di nusantara”.

Upacara adat ini dihadiri oleh berbagai tokoh adat, antaranya Ayahda Asan Basri, Bahrul Effendy dan Musriansyah serta lainya, dan pejabat pemerintah setempat. Rombongan Kementerian Lingkungan Hidup RI juga melakukan kunjungan ke kawasan perlindungan hewan pesut Mahakam di Sungai Pela Kota Bangun dan Sungai Sabintulung Muara Kaman. (red)