
LEMBATA, (Cakrayudha-hankam.com) – Saat ini masyarakat sedang menghadapi fluktuasi harga pangan yang mengakibatkan ketidakpastian harga pangan, baik di tingkat produsen maupun konsumen. Akibatnya, sangat mempengaruhi daya beli masyarakat, dan dapat mengurangi jangkauan masyarakat terhadap pemenuhan pangan pokok dan strategis.
Program Gerakan Pangan Murah tersebut dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Lembata Matheos Tan, di Taman Kota Swaolsa Titen, Lewoleba, Lembata, Rabu (15/5/2024).
Matheos Tan saat membuka pasar murah mengatakan, pangan merupakan kebutuhan pokok, sekaligus menjadi esensi kehidupan manusia. Karenanya, hak atas pangan menjadi bagian sangat penting dari hak asasi manusia.
“Menyadari akan hal ini, maka pemerintah dan masyarakat bertanggung jawab mewujudkan ketahanan pangan,” kata Matheos Tan.
Gerakan Pangan Murah, urainya, bertujuan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok, baik di tingkat produsen maupun konsumen.
“Selain itu, untuk meningkatkan keterjangkauan dan daya beli masyarakat terhadap pangan pokok dan juga sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan inflasi,” ucap Matheos Tan.
Berikut harga yang ditawarkan untuk setiap pangan dalam Gerakan Pangan Murah ini: beras SPHP Rp57.500/5 Kg; bawang merah Rp45.000/Kg; bawang putih Rp50.000/Kg; cabe merah kriting Rp55.000/Kg; cabe rawit merah Rp50.000/Kg; telur ayam ras Rp65.000/papan; minyak goreng Rp24.000/Liter; gula pasir Rp17.000/Kg; terigu Rp13.000/Kg; dan beras sorgum Rp15.000/kemasan 300 gram.
Dari pantauan awak media, Rabu (15/5/2024) siang, program Pasar Murah yang digelar Pemkab Lembata tampak dipadati warga masyarakat. Produk yang tampak paling banyak antrean, yakni beras.
Warga tampak antre membawa kupon beras untuk diserahkan kepada petugas dan melakukan pembayaran. Setelah membayar, langsung mengambil barang yang dibelinya ke petugas. Rata-rata per orang dilayani 5-10 Kg. (**)
Sumber: victorynews.id
