Analisis Pengamat Penerbangan soal Lion Air Ditolak di Bandara Tanjung Pandan

    0
    67

    Jakarta,(Cakrayudha-hankam.com) – Pesawat Lion Air dengan nomor terbang JT-120 dari Bandara Soekarno-Hatta ditolak untuk mendarat di Bandara H.A.S Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, pada 30 Juni 2023. Penyebabnya, pesawat Lion Air yang digunakan tak sesuai dengan kemampuan bandara tujuan.

    Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo menyebut, ada kemungkinan kesalahan berada di sisi Flight Operation Officer (FOO) dari maskapai. Pasalnya, FOO bertugas memastikan rencana penerbangan termasuk spesifikasi pesawat yang bisa diterima oleh bandara tujuan.

    “Kemungkinan kesalahan ada di FOO maskapai,” kata dia, seerti dilansir media ini, Senin (03/07/23).

    Prosedur Terbang
    Gatot menjelaskan, sebelum pesawat terbang, petugas FOO seharusnya membuat flight plan yang kemudian diserahkan ke pilot. Lalu, dalam membuat flight plan, FOO itu harus koordinasi dengan BMKG untuk cuaca, Airnav Indonesia untuk lalu lintas udara dan pengelola bandara tujuan terkait kondisi bandara.

    “Dan kalau penerbangan nya berjadwal, harusnya FOO ini sudah hafal dengan sepsifikasi bandara setempat. Jadi dia harusnya tahu pesawat yang boleh dipakai ke bandara tersebut. Kalau ada perubahan pesawat, harus dikoordinasikan dengan bandara setempat, bisa nggak dilayani, baik itu layanan parkir, layanan PKP-PK dan lain-lain,” jelasnya.

    Gatot menilai, jika sudah mendapat izin terbang, berarti pesawat boleh berangkat dari bandara asal. Artinya, FOO tidak salah dan bandara tujuan wajib untuk melayani pesawat dari maskapai tersebut.

    “Kalau belum dapat izin tapi pesawat tetap diterbangkan, itu berarti salah FOO kalau pesawat ditolak,” tegasnya.

    Kronologi Kejadian
    Pesawat Lion Air dengan nomor terbang JT-120 gagal mendarat di Bandara H.A.S Hanandjoeddin. Menurut data yang diterima Bandara H.A.S Hanandjoeddin, pesawat yang mendarat adalah B737-800, lebih kecil dari Lion Air dengan nomor terbang JT-120.

    Lantaran tidak sesuai dengan data, Bandara H.A.S Hanandjoeddin menolak. Terpaksa, pesawat Lion Air tersebut harus kembali ke bandara asal Soekarno Hatta.

    Setelah pesawat kembali ke Bandara Soekarno Hatta, penumpang dialihkan ke pesawat Boeing 737-800. Penumpang kemudian terbang kembali ke Tanjung Pandan.(Red)