Cirebon,(Cakrayudha-hankam.com) – Pakar telematika Roy Suryo turut menyoroti rekaman CCTV yang disebut-sebut di lokasi kejadian penganiayaan Vina dan pacarnya, Eky, yang terjadi pada 2016 silam.
Roy Suryo bahkan menyoroti sosok wanita lain saat kejadian selain Vina.
Dalam video yang beredar, tampak sosok wanita lain yang hadir di rekaman tersebut.
“Karena adegan-adegan yang ditampilkan cukup signifikan, mulai dari genk motor yang berkerumun, ada yang membawa balok kayu ukuran besar, sampai kepada terekamnnya sosok wanita lain (selain Vina) dalam CCTV tersebut,” kata Roy Suryo dilansir dari Tribun Jakarta.
Namun Roy Suryo merasa janggal karena menilai jika kapasitas memori CCTV yang menurutnya tidak bisa bertahan sampai delapan tahun.
“Secara teknis Rekaman CCTV dalam DVR (Digital Video Recorder) biasanya memang bertahan 1-2 bulan (kalau harddisknya berkapasitas 500GB sd 1TB saat itu). Kalau sekarang mungkin saja hraddisk DVR di CCTV bisa sampai berkapasitas 2TB – 4TB, tetapi itu juga tidak akan bisa menyimpan sampai 8 tahun (2016 sampai 2024),” paparnya.
Hasil pengamatannya dari beberapa screenshot dugaan peristiwa pembunuhan Vina dan Eky yang beredar, Roy Suryo berpendapat ada screenshot itu berasal dari video yang utuh.
Hal itu berarti ada pihak yang menyimpan rekaman CCTV saat peristiwa pembunuhan itu hingga sekarang.
Oleh sebab itu Roy Suryo menyarankan agar rekaman CCTV tersebut agar segera di analisa sehingga bisa jadi bukti dipersidangan.
“Seharusnya CCTV yg bisa digunakan sebagai alat bukti sesuai Pasal 5 dan 6 UU ITE adalah bukan hanya berupa screenshot saja tetapi rekaman video utuh yang bisa diputar untuk dianalisis kualitas video dan metadata asli CCTV tersebut,” kata Roy Suryo.
Sebab menurutnya kualitas rekaman CCTV itu juga cukup tajam sehingga bisa dianalisis secara ilmiah.
“Apa lagi disebut-sebut Jumlah CCTV yang ada di TKP sebenarnya bukan hanya satu, tetapi sampai berjumlah 7 kamera CCTV, mulai dari perempatan, perumahan mewah, minimarket seperti Indomart dan Alfamart sampai ke Flyover Talun,” paparnya.
Rekaman CCTV Hoax
Media sosial sebelumnya dihebohkan dengan sebuah cuplikan gambar disebut rekaman CCTV dari kasus pembunuhan Vina dan Eki pada tahun 2016 silam.
Sontak foto rekaman CCTV yang beredar tersebut memicu pro kontra di kalangan publik.
Ada sebagian percaya jika foto tersebut benar merupakan rekaman kejadian pada tahun 2016 silam.
Lalu ada sejumlah netizen lainnya yang tidak langsung percaya dengan foto tersebut.
Tribunsumsel.com, Minggu (2/6/2024) mencoba mengecek fakta dari foto rekaman CCTV beredar tersebut.
Didapatkan fakta jika hasil foto tersebut bukanlan rekaman CCTV dari kejadian Vina dan Eki tahun 2016 silam.
Melainkan foto kejadian di Makassar saat sejumlah geng motor menyerang rumah warga pada bulan mei tahun 2023 lalu.
Hal tersebut diunggah oleh akun instagram bernama akun @voltcyber_2.
“Buat netizens Indonesia.
Tolong jangan terlalu memakan mentah-mentah informasi yang belum jelas terutama terkait rekaman CCTV. Secara tidak mungkin mendapatkan rekaman 8 tahun lalu dengan cara ‘hacking’. Karena rekaman CCTV yang beredar terkait kasus Vina adalah HOAX. Itu adalah berbagai rekaman kejadian di berbagai daerah dijadikan satu frame.
Think smart more than your smartphone.
Salam
anonymous_prime,” tulis akun Voltcyber_2.(Red)

