Ahli Nasab Dunia Kumpul di Brebes

    0
    201

    Bahas Keturunan Wali Songo

     

    BREBES, Cakrayudha-hankam.com – Sejumlah ahli nasab dari berbagai negara, termasuk Maroko, Pakistan, dan Malaysia, berkumpul di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hasaniyah Kedawon, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu (18/5/2025). Mereka hadir untuk mengikuti seminar internasional yang membahas garis keturunan Wali Songo.

    Acara ini diselenggarakan oleh Naqobah Ansab Auliya’ Tis’ah (NAAT), lembaga resmi yang mencatat keturunan Wali Songo di Indonesia. Seminar tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Brebes, Wurja.

    Pengasuh Ponpes Al Hasaniyah, KH Nuridin Syamsudin, menegaskan bahwa Wali Songo adalah sosok yang sangat penting, baik sebagai bapak kandung maupun bapak ideologis Islam Nusantara. Ia juga mengungkapkan keprihatinan terhadap pihak-pihak yang berusaha menghapus peran Wali Songo dalam sejarah Islam di Nusantara, bahkan meragukan keberadaan keturunan mereka.

    Meskipun masih ada yang mengakui keberadaan Wali Songo, tangan-tangan nakal yang tidak bertanggung jawab berusaha menghapus jejak keturunan mereka. Wali Songo sering dianggap tidak memiliki keturunan. Namun, sebenarnya, mereka memiliki nasab yang terhubung dengan Rasulullah, dan keturunan sah mereka, baik dari jalur laki-laki maupun perempuan, masih ada,” ungkap KH Nuridin.

    Nuridin menekankan bahwa sebagian besar keturunan sah Wali Songo tergabung dalam NAAT, yang juga terhubung dengan lembaga pencatat nasab internasional seperti Naqabah Saadatul Asyraf di Pakistan, Maroko, Mesir, dan Madinah.

    Dalam seminar internasional bertema “Nasab Wali Songo, Kebangkitan Dzuriyah Wali Songo untuk Indonesia Emas 2045,” sejumlah narasumber ternama diundang untuk berbagi pengetahuan. Di antara pembicara yang hadir adalah Maulaya Syarif Ahmad Muhib bin Abdullah Al-Murabithi Al-Hasani dari Maroko, Sayyid Ali Abbas Al-Jilani Al-Hasani dari Pakistan, dan Dr. Tun Suzana Tun Hj Othman dari Malaysia.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Brebes, Wurja, menekankan betapa pentingnya menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan pandangan.

    Meskipun terdapat perbedaan dalam masalah nasab, penting untuk tidak membiarkan hal tersebut menyebabkan perpecahan. “Utamakan semangat persatuan,” ujar Wurja.

    Ketua Umum NAAT, KH Syarif Ilzamuddin Sholeh, menjelaskan bahwa NAAT merupakan lembaga naqabah resmi yang bertugas mencatat keturunan Wali Songo. Ia menambahkan bahwa seminar ini juga menyajikan paparan mengenai silsilah Wali Songo yang terhubung dengan Syekh Jumadil Kubro, serta Sayidina Hasan RA dan Sayidina Husain RA.

    “Seminar ilmiah ini menghadirkan narasumber dari naqib Pakistan dan Maroko yang mempresentasikan silsilah disertai manuskrip. Diketahui bahwa Wali Songo memiliki dua silsilah yang terhubung dengan Hasan dan Husain,” tutupnya.

    Sebelum seminar, acara dimulai dengan pelantikan pengurus DPC NAAT untuk periode 2025–2030 dari wilayah Kabupaten Brebes, Tegal Raya, Semarang, Salatiga, dan Grobogan, yang kemudian dilanjutkan dengan Haul Akbar Wali Songo.(Red-033)