Ada 741 Kasus Gigitan Hewan pada Manusia di Jabar, Terbanyak Anjing

    0
    102

    Jakarta,(Cakrayudha-hankam.com) – Kasus rabies terjadi di sejumlah daerah. Di Jawa Barat, peristiwa gigitan hewan kepada manusia mencapai 741 kasus.

    Data ini direkap dari Januari hingga Mei 2023. Dari jumlah itu, 506 di antaranya diberikan suntik rabies berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.

    Kasus gigitan hewan di Jabar didominasi oleh anjing. Hewan ini masuk dalam kategori potensial yang bisa menularkan virus rabies, setelah kucing dan monyet.

    “Jadi tidak semua gigitan diberikan vaksin antirabies atau serum antirabies, biasanya ditentukan dokter,” kata Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Jabar Yudi Koharudin kepada wartawan, Rabu (21/6).

    Meski terdapat kasus gigitan, dia menyatakan bahwa sejak tahun 2017, pihaknya tidak menemukan kasus rabies pada manusia, apalagi yang sampai meninggal. Sosialisasi vaksinasi bagi masyarakat pemelihara hewan yang berpotensi bisa menularkan rabies terus berjalan.

    Sosialisasi itu biasanya bersamaan dengan Imbauan pencegahan bagi masyarakat terhadap potensi penularan. Contohnya, langsung memeriksakan diri saat mendapat gigitan hewan.

    “Dari tahun 2017 sampai 2023 tidak ada lagi kasus rabies pada manusia, tidak ada yang meninggal dunia karena rabies,” imbuh dia.

    Upaya lainnya, Pemprov Jabar memiliki fasilitas Rabies Center di setiap daerah. Pemenuhan stok vaksin atau serum antirabies juga terus dijaga. Tahun ini, hingga 19 Juni lalu, ketersediaannya mencapai 4.530 vial vaksin antirabies dan 74 vial serum antirabies.(Red)