Masa Depan Sehat Dimulai di Sekolah, Pj. Gubernur Jatim Tinjau Uji Coba Program Gizi

    0
    106

    SURABAYA, Cakrayudha-hankam.com  – Makan gizi ini merupakan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan tujuan mengurangi angka stunting di Indonesia.

    Inilah yang menjadi semangat Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kandindik) Jatim Aries Agung Paewai langsung meninjau uji coba program makan gizi gratis di SMA dan SMK Gema 45 Surabaya, Selasa (19/11/2024).

    Sebanyak 289 siswa SMK dan 184 siswa SMA Gema 45 Surabaya telah menikmati nasi kotak dengan lauk ayam bumbu, sayur, telur, air putih, dan susu kotak. Siswa tersebut menyantap makanan bergizi tepat pada jam istirahat sekitar pukul 11.30 – 12.00 WIB.

    Pj. Gubernur Adhy menyampaikan bahwa program makan bergizi di lingkungan sekolah harus mengedepankan pemenuhan kadar gizi seimbang. Menurutnya, yang paling utama diperhatikan adalah memenuhi unsur 4 sehat dan 5 sempurna.

    Tak hanya itu, makanan bergizi di sekolah, lanjutnya, harus memiliki standar gizi yang optimal, seperti protein yang terdapat dalam lauk pauk ayam ataupun ikan hingga telur, ujarnya dalam keterangan yang diterima oleh redaksi pada hari yang sama.

    Tadi, uji coba di dua sekolah sudah memenuhi standar gizi seperti ada telur, ayam, dan susu. Namun, tadi ada siswa yang ingin ditambah krupuk ataupun buah sebagai pelengkap, ungkap Adhy.

    Pj. Gubernur Adhy menjelaskan bahwa makan bergizi ini masih dalam tahap uji coba yang terus dicarikan formula terbaik dalam pelaksanaannya mendatang menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.

    Kami coba formulasikan dan simulasikan melalui uji coba di sekolah baiknya seperti apa dan disesuaikan dengan anggaran yang ada. Untuk hari ini kami uji coba Rp 15.000/paket ditambah susu kotak, terang dia.

    Pj. Gubernur Adhy memastikan bahwa kebijakan ini akan menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait SOP di lapangan.

    Kami berharap ke depan tidak sampai ada tumpang tindih terkait pelaksanaan di daerah antara SD, SMP, maupun SMA/SMK. Sebab, provinsi memiliki kewenangan di SMA/SMK maupun SLB yang akan mengikuti program makan bergizi, tutur Adhy.

    Adhy menuturkan bahwa Pemprov Jatim akan menggandeng ahli gizi untuk melihat dan mengukur kadar dari menu yang akan diberikan kepada siswa didik.

    Program ini memberi dampak luas. Utamanya, berdampak dalam memberdayakan UMKM maupun pengusaha kantin, distributor, atau pemasok sehingga semua memperoleh manfaat, tutur dia.

    Pj. Gubernur Adhy mengungkapkan bahwa akan membuat pola pelaksanaan makan bergizi bisa bervariasi.

    Ada yang makan siang dengan menu dari luar sekolah, ada pula menu yang dikerjasamakan dengan pihak kantin sekolah hingga pihak sekolah bekerja sama dengan orang tua yang memiliki usaha catering, ungkap Adhy.

    Terpenting, menu bergizi bagi siswa sekolah sesuai dengan alokasi anggaran yang ada, tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim Aries Agung Paewai mencontohkan bahwa makan bergizi di beberapa daerah menggandeng pengusaha lokal Jatim terutama dalam memenuhi kebutuhan susu.

    Saya mencontohkan di Kota Batu dan Malang yang terdapat peternakan sapi perah bisa dimanfaatkan untuk mensuplai susu guna pemenuhan kepada siswa dalam program makan bergizi, imbuh Aries.

    Aries berpesan agar makanan bergizi yang disiapkan di sekolah bisa dimakan di sekolah dan tidak dibawa pulang.

    Kami berharap kandungan gizi dan nutrisi dari makanan bisa tetap diperoleh bagi siswa-siswi di sekolah, pungkasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media.(Syaiful)