Dirlambangja Puspenerbal Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2024 di Grahadi

    0
    98
    Dirlambangja Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Andri Wahyudi, mewakili Komandan Puspenerbal, Laksda TNI Sisyani Jaffar, menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2024 yang digelar di Halaman Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, pada Selasa (22/10/2024). [Foto: tnial.mil.id]

    SURABAYA, Cakrayudha-hankam.com – Direktur Keselamatan Penerbangan dan Kerja (Dirlambangja) Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal), Kolonel Laut (P) Andri Wahyudi, mewakili Komandan Puspenerbal, Laksda TNI Sisyani Jaffar, menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2024 yang digelar di Halaman Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo No. 7, Kota Surabaya, pada Selasa (22/10/2024).

    Apel Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2024 yang mengusung tema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan” ini, diikuti oleh sedikitnya 700 orang dengan Pembina Apel, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono.

    Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) dalam sambutannya yang dibacakan Pj Gubernur Jatim mengatakan, sejarah telah mencatat bahwa kaum santri adalah salah satu kelompok yang paling aktif menggelorakan perlawanan terhadap para penjajah. Salah satu bukti perlawanan santri terhadap para penjajah adalah peristiwa “Resolusi Jihad” pada 22 Oktober 1945 yang dimaklumatkan oleh Hadratus Syekh Kiai Haji Hasyim Asyari.

    Sejak Resolusi Jihad dimaklumatkan, para santri dan masyarakat umum terbakar semangatnya untuk terus berjuang dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka terus melakukan perlawanan kepada penjajah tanpa rasa takut.

    “Pada peringatan Hari Santri Tahun 2024 ini, Kementerian Agama mengusung tema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan” sebagai sebuah penegasan, bahwa santri masa kini memiliki tugas untuk meneruskan perjuangan para pendahulu yang telah berjuang tanpa kenal lelah demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa,” tutur Menag RI dalam sambutan yang dibacakan Pj Gubernur Jatim.

    “Santri harus percaya diri, karena santri bisa menjadi apa saja. Santri bisa menjadi presiden, wakil presiden, pengusaha, birokrat, dan lain sebagainya asalkan terus berjuang, terus berusaha, dan tidak menyerah,” terang Menag RI. (EH-051)

     

    Sumber: tnial.mil.id