Banyuwangi Night Healthy Run Diikuti 700 Pelari dari Berbagai Daerah

    0
    80
    Ratusan pelari dari berbagai daerah turut serta memeriahkan ajang Banyuwangi Night Healthy Run di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. [Foto: MC Jatim]

    Ratusan pelari dari berbagai daerah turut serta memeriahkan ajang Banyuwangi Night Healthy Run di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. [Foto: MC Jatim]
    SURABAYA, (Cakrayudha-hankam.com) – Sekitar 700 pelari dari berbagai daerah mengikuti ajang Banyuwangi Healthy Night Run, yang digelar di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.

     

    Mengutip laman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Selasa (13/8/2024), even yang masuk agenda Banyuwangi Festival tersebut, selain diikuti pelari dari Banyuwangi dan daerah di Jawa Timur, juga diikuti pelari dari Jakarta, Semarang, Sleman, Ternate, Yogyakarta, serta daerah lainnya.

    Healthy Night Run start dan finish di RTH Maron, Desa Genteng Kulon, dengan rute sepanjang 8 kilometer. Rute itu melewati perkampungan dan kawasan ikonik di wilayah Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.

    Warga masyarakat desa setempat tampak antusias mendukung dan memberi semangat bagi para pelari. Bahkan, warga tidak segan-segan menawarkan minuman dan camilan sebagai bentuk suport bagi para pelari.

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, night run merupakan wellness tourism, yang menawarkan konsep wisata berbasis kesehatan.

    Night run atau lari di malam hari, saat ini sudah menjadi lifestyle dan banyak digandrungi. Saat ini, muncul banyak komunitas lari malam hari di berbagai daerah. Untuk itu, kami mewadahi dengan event ini,” kata Ipuk.

    Ipuk sendiri juga ikut berlari bersama ratusan peserta lainnya. Selain untuk menjaga kesehatan, menurut Ipuk, night run juga menarik orang untuk datang ke Banyuwangi.

    Terbukti, ratusan pelari dari berbagai daerah, bahkan luar Jawa datang ke Banyuwangi untuk mengikuti even ini.

    “Selain itu, acara ini juga turut mendongkrak ekonomi arus bawah. Banyak pelaku UMKM hingga pedagang asongan laris-manis selama acara berlangsung. Karena yang datang ke sini bukan hanya peserta. Para penonton dan keluarga pelari juga datang turut meramaikan,” jelas Ipuk.

    Mulai dari anak-anak hingga lanjut usia (lansia) turut serta dalam even yang digelar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng tersebut.

    Direktur RSUD Genteng, dr Siti Asiyah Anggraeni, mengatakan mayoritas para peserta dari berbagai daerah datang berkelompok. “Para peserta yang dari luar daerah mayoritas berkelompok. Rata-rata mereka berasal dari komunitas lari,” kata Siti Asiyah.

    Terlihat ada sepasang lansia yang masih semangat berlari. Ada juga orang tua yang mengajak anaknya. Seperti salah satu peserta bernama Dito Mahendra, yang ikut berlari bersama anaknya.

    “Saya sengaja ajak anak saya untuk ikut, agar membiasakan budaya sehat. Apalagi acaranya sangat semarak dan meriah. Senang bisa ikut serta dan sampai finish,” kata Dito. (Red-050)