
JAYAPURA, (Cakrayudha-hankam.com) – Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Mako Lantamal) X Jayapura yang berada di Jalan Ampibi No.1, Kelurahan Hamadi, Kota Jayapura, Propinsi Papua, pada Selasa (16/7/2024) pagi, didatangi oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Pemerhati Rakyat.
Kedatangan kelompok massa yang berjumlah sekitar 100 orang tersebut, melakukan demontrasi karena ada provokasi terkait penangananan terhadap isu penangkapan kapal asing yang dianggap tidak manusiawi.
Massa menuding pihak penyidik Lantamal X Jayapura yang menjadi penyebab salah satu anak buah kapal (ABK) meninggal dunia pada saat proses penyidikan.
Kelompok massa yang melakukan demontrasi itu, tampak beringas. Mereka berkeinginan masuk ke dalam Mako Lantamal X Jayapura.
Namun, sebelum masuk ke dalam area Mako Lantamal X Jayapura, para pendemo dihandang oleh 1 peleton pasukan Penanggulangan Huru-hara (PHH) Lantamal X di depan pintu masuk. Akibatnya, sempat terjadi saling dorong, hingga membuat situasi semakin memanas.
Massa yang terprovokasi langsung melempari pasukan PHH dengan air minum dalam botol. Situasi semakin tak terkendali, yang menyebabkan salah satu kelompok massa itu pingsan.
Melihat ada massa yang pingsan, membuat tim kesehatan Lantamal X Jayapura melaksanakan penanganan evakuasi penyelamatan dan pengobatan.
Dalam situasi memanas, membuat petugas PHH Lantamal X Jayapura harus menyemprotkan air dengan menggunakan mobil Pemadam Kebakaran (PMK) untuk menghalau massa agar tidak bertindak anarkis.
Supaya situasi tidak semakin memanas, tim negosiator dari Lantamal X turun tangan untuk meredam situasi. Tim negosiator Lantamal X kemudian mengadakan negosiasi dengan ketua kelompok dan perwakilan massa.
Tim negosiator Lantamal X Jayapura memberikan penjelasan kepada ketua kelompok dan perwakilan massa, bahwa isu yang mereka terima selama ini tidak benar.
Setelah menerima penjelasan oleh tim negosiator Lantamal X, massa dapat ditenangkan dan situasi dapat terkendali. Sedangkan massa yang pingsan pada saat demo telah mendapatkan penangananan dengan baik dari tim kesehatan Lantamal X. Selanjutnya, massa membubarkan diri dan situasi kembali kondusif.
Kejadian xdemo di atas hanyalah sebuah skenario uji terampil Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) Pangkalan 1 (P1) dan Pangkalan 2 (P2) yang dilakukan oleh Lantamal X Jayapura dengan tim penguji dari Komando dan Latihan (Kolat) Komando Armada III (Koarmada III).

Kegiatan Glagaspur P1 dan P2 yang berlangsung dua hari, yaitu tanggal 15 dan 16 Juli 2024, tersebut dibuka oleh Wakil Komandan (Wadan) Lantamal X Jayapura Kolonel Laut (P) Rizaldi, SE., M.Tr.Opsla., mewakili Komandan Lantamal X Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono, M.Tr.Opsla., di Mako Lantamal X Jayapura, Senin (15/7/2024).
Uji terampil Glagaspur diikuti seluruh prajurit, Pegawai Negeri Sipil (PNS), P3K Lantamal X, Satrol Lantamal X serta prajurit Yonmarhanlan X. (050-Red)
Sumber: tnial.mil.id
