Prajurit Korps Marinir TNI AL dan USMC Latihan Assault Support

    0
    186
    Prajurit Korps Marinir TNI AL saat berlatih Assault Support bersama prajurit United States Marine Corps  (USMC) dalam kegiatan Latma Multilateral Rim of The Pacific (Rimpac) 2024, bertempat di Marine Corps Base Hawaii (MCBH) Amerika Serikat, Kamis (11/7/2024). [Foto: Dispen AL)

    HAWAII, (Cakrayudha-hankam.com) – Prajurit Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang dipimpin Komandan Unsur Tugas Marinir Mayor Mar Lukman Susanto berlatih Assault Support bersama prajurit United States Marine Corps  (USMC) dalam kegiatan Latihan Bersama (Latma) Multilateral Rim of The Pacific (Rimpac) 2024, bertempat di Marine Corps Base Hawaii (MCBH) Amerika Serikat, Kamis (11/7/2024) waktu setempat.

    Assault Support atau yang dikenal dengan Mobile Udara (Mobud) adalah suatu bentuk operasi, yakni pasukan tempur berpindah taktis melalui udara dengan dimuat oleh pesawat terbang atau helikopter. Sehingga prajurit dapat bergerak cepat, senyap, dan tepat di dalam pelaksanaan tugas infiltrasi ke daerah musuh kemudian menuju sasaran untuk dilibatkan dalam pertempuran darat.

    Assault Support ini juga menyediakan mobilitas operasional dan taktis serta dukungan logistik kepada Satuan Tugas (Satgas) Laut, Udara dan Darat.

    Sebelum melaksanakan latihan ini, prajurit Korps Marinir TNI AL dibekali materi pelajaran yang oleh instruktur USMC. Pembekalan materi meliputi prosedur keselamatan tata cara untuk menaiki dan turun dari helikopter, serta pengamanan sektor yang tidak terjangkau oleh tembakan.

    Latihan ini memerlukan penyiapan yang matang dari fase pemuatan, fase pemindahan udara, fase pendaratan, dan penyelesaian sasaran agar dalam melaksanakan operasi ini terlaksana dengan lancar dan aman. Karena dalam operasi ini mengaplikasikan penyergapan dan pengejaran yang tentunya tidak dapat dijangkau oleh pasukan melewati daratan.

    Lebih lanjut, Dansatgas Unsur Tugas Marinir menambahkan, latihan ini harus dilaksanakan dengan gembira dan penuh semangat, serta tetap utamakan faktor keselamatan (Zero Accident) baik personel maupun material, agar ilmu yang diserap dapat diterapkan di medan manapun saat operasi.

    Keterlibatan TNI AL pada Latma Multilateral Rimpac 2024 ini, merupakan implementasi dari kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., dalam meningkatkan peran diplomasi TNI AL dengan negara sahabat serta meningkatkan profesionalisme prajurit Jalasena pada bidangnya masing-masing guna menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks. (Red 050)

     

    Sumber: Dispen Angkatan Laut