Terkuak Isi Chat Pelaku Pembunuhan Vina Cirebon, Korban Digiring ke Suatu Tempat Lalu Dieksekusi

    0
    179

    Cirebon,(Cakrayudha-hankam.com) – Fakta lain diungkapkan Marliyana, kakak kandung Vina Cirebon.

    Menurutnya, ada chat atau pesan percakapan pelaku pembunuhan Vina Cirebon dan Eki.

    Namun, Marliyana tidak pernah mengetahui persi isi chat tersebut.

    Hal itu diketahuinya dalam fakta persidangan persidangan kasus Vina Cirebon tahun 2017 silam.

    Marliyana mengaku mendapatkan penjelasan langsung dari ayah almarhum Eki, Iptu Rudiana.

    Sidang yang saat itu digelar tertutup sempat membuat keluarga Vina tak mengetahui isi penuh jalannya sidang.

    Namun ia sempat mendengar, soal CCTV disebut-sebut dalam persidangan tersebut.

    “Kalau CCTV memang dari awal belum ditunjukkan ya, cuma memang disebutkan barang bukti CCTV.

    Tetapi tidak pernah diperlihatkan isinya,” ujar Marliana, Kamis (11/7/2024).
    Marliyana menyoroti peran Rudiana, ayah Eki, yang tidak pernah memberikan informasi terkait rekaman CCTV tersebut.

    Menurutnya, Rudiana hanya menceritakan kronologi kejadian berdasarkan informasi dari teman-temannya.

    “Pak Rudiana juga gak pernah cerita soal CCTV, beliau cuma cerita terkait kronologi saja.

    Seperti mereka digiring sama empat motor yang saya tahu cerita dari Rudiana dan teman-temannya,” ucapnya.

    Menurut Marliyana, berdasarkan cerita yang didengarnya dari Rudiana dan teman-temannya, Vina dan Eki digiring ke suatu tempat dan dieksekusi.

    Hal ini disebut sebagai pembunuhan berencana berdasarkan isi chat yang juga tidak pernah diperlihatkan.

    “Ceritanya mereka digiring ke suatu tempat, terus mereka dieksekusi sampai akhirnya disebut pembunuhan berencana itu kan dari chattingan mereka.”

    “Chattingan mereka juga tidak pernah tahu, cuma dengar ceritanya saja dari mereka dalam hal ini Pak Rudiana dan teman-temannya,” jelas dia.

    Marliana mengaku awalnya tidak merasakan kejanggalan dalam penanganan kasus tersebut karena masih mempercayakan semuanya kepada Pak Rudiana.

    Namun, seiring berjalannya waktu, kepercayaan itu mulai goyah.

    “Kalau kejanggalan mah waktu itu saya gak ada, karena masih mempercayakan semuanya ke Pak Rudiana, jadi gak ada saya merasa janggal atau gimana.”

    “Dulu saya merasa kita sama-sama korban, jadi firasat kejanggalan itu gak ada, karena memang percaya kita sama-sama korban,” katanya.

    Sejak selesai persidangan, Marliyana mengaku tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Rudiana.

    Pertemuan terakhir mereka adalah saat persidangan, saat itu Marliyana hadir bersama Rudiana.

    “Kalau komunikasi sama Rudiana, dari selesai persidangan sampai sekarang itu belum pernah. Ketemu juga enggak.”

    “Jadi, terakhir itu waktu persidangan, karena waktu persidangan saya hadir, Pak Rudiana juga hadir.”

    “Waktu itu ekspresi Rudiana saya lihat, dia marah dan kesal karena anaknya dianiaya kan sampai meninggal,” ujarnya.

    Kejanggalan dalam penanganan barang bukti seperti CCTV ini menambah daftar panjang pertanyaan terkait kasus Vina Cirebon.

    Hingga kini, publik masih menunggu jawaban atas misteri yang menyelimuti kasus tragis tersebut.

    Misteri ponsel Vina
    Marliyana mengatakan hanya ada satu percakapan atau chat yang tersisa di ponsel Vina seusai diambil dari Polsek Talun, tiga hari setelah pembunuhan.

    Menurut Marliyana, ponsel tersebut awalnya tak dapat digunakan lantaran layar terkunci.

    “Nah waktu HP sudah di tangan saya, HP-nya belum bisa saya buka karena terkunci layar, sehingga saya minta tolong ke ponakan.”

    “Sebab, ponakan ini yang setiap hari tidur bareng Vina jadi dekat gitu, sehingga tahu kunci layar HP Vina,” ucapnya.

    Setelah berhasil membuka ponsel Vina, Marliyana mendapati hanya ada kontak keluarga di dalamnya.

    Ia menduga ada pihak yang sengaja menghapus percakapan dan kontak di ponsel Vina.

    “Setelah berhasil dibuka, saya lihat kontak di HP-nya itu hanya ada kontak keluarga, gak ada kontak yang lain.”

    “Dan BBM pun, saat itu masih hits kan, di dalam BBM itu hanya ada satu chattingan dan chattingannya itu tersisa chat yang dua hari lalu (sebelum kejadian).”

    “Jadi kalau chat di BBM itu sepertinya ada yang menghapus juga. Nomor kontak juga seperti ada yang menghapus,” jelas dia.

    Marliyana mengatakan, ponsel Vina kembali diambil polisi beberapa hari setelah dipegang pihak keluarga.

    Ponsel tersebut dijadikan barang bukti terkait kasus vina.

    “Terus setelah ada di tangan saya selama dua-tiga hari, barulah diambil oleh polisi katanya untuk barang bukti (BB).”

    “Dan sampai saat ini HP pun belum kembali ke tangan keluarga, masih ada di pihak kepolisian,” katanya.

    Sebelumnya diberitakan, Marliyana juga menceritakan sosok Mega.

    Toni RM, Kuasa Hukum Pegi Setiawan yakin dua wanita itu tahu kronologi pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina.

    Fakta tersebut diketahui Toni setelah dia menonton podcast Uya Kuya bersama Linda, teman almarhumah Vina yang pernah dicurigai terlibat.

    “Vina disamper oleh dua perempuan, yang satu gemuk yang satu kurus.”

    “Ini menarik, saya pernah konfirmasi atas kontennya bang Uya ke kakaknya Vina, Marliana,” ungkap Toni RM dalam konten Youtube Uya Kuya seperti dilansir media ini, Minggu (30/6/2024).

    Setelah mendengar petunjuk baru tersebut, Toni menanyakan kebenaran ke kakaknya almarhumah Vina, Marliana.

    Toni terkejut lantaran Marliana membocorkan informasi yang tak pernah didengarnya.

    Memang benar Vina dijemput oleh dua wanita sebelum tewas.

    “(Kata Toni ke Marliana) ‘mba, apakah benar Vina sebelum kejadian itu dijemput oleh perempuan’.

    (Kata kakak Vina) ‘oh iya benar, (Vina dijemput) setelah Isya,” imbuh Toni RM.

    Toni RM membocorkan identitas wanita yang menjemput Vina Cirebon.

    Namun hanya satu wanita yang namanya diingat Marliana.

    Sementara wanita yang satu lagi hanya diingat cirinya saja.

    “Menurut kakaknya Vina, Vina menjelaskan saat itu yang menjemput namanya Mega.

    Tapi (nama) yang satunya enggak tahu,” pungkas Toni RM.

    Dari petunjuk baru itu, Toni meyakini dua wanita tersebut tahu persis insiden tewasnya Vina.

    “Kalau berdasarkan teori kriminologi, mengungkap tindak pidana itu kan selain dari HP dan CCTV, bisa juga melalui orang yang menjemput Vina.”

    “Ternyata di sini (putusan pengadilan), tidak ada peristiwa Vina dijemput sebelum kejadian,” ungkap Toni RM.

    Karenanya, Toni curiga jika wanita bernama Mega tahu apa penyebab Vina kehilangan nyawa bersama Eki.

    “Vina dijemput sebelum Isya, jam 9 setengah 10 kan kejadian.

    Berarti yang namanya Mega ini tahu persis kejadian. Ini harus dicari (Mega),” ujar Toni.

    Usai mengetahui fakta tersebut, Toni menyebut kakak Vina justru tak pernah diminta keterangan oleh kepolisian.

    Padahal yang tahu persis sosok Vina adalah Marliana.

    “Supaya penyidik melakukan pemeriksaan, kakaknya Vina harus menerangkan keterangannya di BAP.

    Melihat di putusan ini, pihak keluarga yang dimintai keterangan.

    Pihak Vina hanya Wasnadi Otong bapaknya (Vina), menyatakan tidak pernah menyampaikan Vina dijemput, yang tahu kakaknya,” ucap Toni.

    Lantaran hal tersebut, Toni meminta Hotman Paris agar menyarankan kepada penyidik supaya memeriksa Marliana.

    “Mekanismenya, Mbak Marliana melalui pengacaranya Bang Hotman, agar mengusulkan kepada penyidik agar Marliana diperiksa, di-BAP lagi menambahkan keterangan dari pihak korban,” ungkap Toni.

    “Dari situ dianalisa, siapa Mega ini, ciri-cirinya bagaimana?

    Apakah Mega anggota Moonraker kah? atau teman-temannya yang dicurigai? Ini lebih penting!” tandasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media.(Red)