Nasib Anton Petugas Koperasi Tewas Dicor Nasabah Saat Tagih Utang, Pilu Anaknya Masih Balita

    0
    160

    Palembang,(Cakrayudha-hankam.com) – Beginilah nasib Anton seorang petugas koperasi tewas dibunuh dan dicor nasabahnya saat hendak menagih utang di Palembang.

    Anton Eka Saputra (25) tewas dibunuh saat menagih hutang kepada pelaku bernama Antoni.

    Tak hanya itu, pelaku Antoni juga mengecor jenazah Anton Eka di distro milik pelaku ‘Anti Mahal’ yang berada di Jalan Kh Dahlan, Blok D2, Maskarebet, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan.

    Saat ini Antoni melarikan diri dan bersatus DPO (Daftar Pencarian Orang).

    Korban Anton dinyatakan hilang sejak Sabtu (8/6/2024).

    Terakhir, ia mengenakan jaket jeans biru, celana abu-abu dan membawa motor vario hitam.

    Anton sendiri selama ini tinggal di Perumahan Gotong Royong Soak Simpur, Sukarami.
    Pukul 12.00 WIB, Anton pamit bekerja untuk menagih nasabah.

    Namun selang 5 jam, nomor Anton sudah tak bisa dihubungi.

    “Sekitar jam setengah 5 Whatsapp-nya masih aktif kalau ditelpon tapi tidak diangkat. Nah jam 5 sore sudah tidak aktif lagi sampai hari ini,” ucap Robi, sepupu Anton.

    Kasus ini terungkap setelah Polsek Sukarami, Palembang menerima laporan orang hilang bernama Anton Eka Saputra.

    Sebelum hilang, korban sempat berpamitan untuk menagih hutang ke tempat Antoni senilai Rp 10 juta.

    Setelah itu, korban tak ada kabar sejak 9 Juni 2024.

    Pihak keluarga juga mendapat rekaman CCTV yang memperlihatkan korban datang ke distro tersebut.

    “Di rekaman CCTV tersebut memang benar korban datang ke distro di hari Sabtu, sekita pukul 11.39 WIB,” ungkap Jasmadi, kuasa hukum keluarga korban.

    Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah distro tersebut tak pernah buka semejak korban dinyatakan hilang.

    Rumah pelaku Antoni juga kosong dan nomor telefon tak bisa dihubungi.

    Polisi lalu mendatangi distro dan menemukan kolam yang sudah dalam keadaan dicor.

    Saat dibongkar, di dalam cor itu ada jasad Anton.

    Di dalam distro juga ada sebilah cutter bersimbah darah.

    Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono mengatakan jika pelaku belum ada uang untuk membayar.

    Pelaku malah ingin meminjam uang lagi ke korban, namun ditolak.

    Pelaku geram dan menghabisi korban dengan bantuan dua orang lain.

    Satu pelaku berhasil ditangkap, dan dua lainnya masih buron.

    Kombes Pol Harryo menduga jika pembunuhan ini sudah direncanakan oleh Antoni selaku pemilik ruko dan pemilik hutang.

    Dari pengakuan satu tersangka yang sudah tertangkap, satu pelak menyamar menjadi pembeli di distro.

    Pelaku utama berbincang dengan korban lalu dipukul pelaku lain yang menyamar sebagai pembeli seperti dilansir media ini.(Red)