
KEEROM, (Cakrayudha-hankam.com) – Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia – Papua Nugini (RI-PNG) Batalyon Infanteri 122/Tombak Sakti (Yonif 122/TS) berkolaborasi dengan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua berhasil menggagalkan transaksi jaringan narkotika jenis ganja seberat 700 gram di perbatasan Papua, tepatnya di Kampung Kuimi, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Minggu (16/6/2024).
Perwira Hukum (Pakum) Satgas Pamtas Yonif 122/TS, Komandan Kompi Markas (Dankima) Satgas Lettu Ctp Juhartanto, dari keterangan tertulisnya, Selasa (18/6/2024), dijelaskan penangkapan tersebut bermula, pada saat personel pos melaksanakan jaga malam dan menerima laporan warga yang dicurigai akan melaksanakan teransaksi narkotika jenis ganja.
Mendengar laporan tersebut, Dankima Satgas Lettu Ctp Juhartanto langsung melaporkan ke komando atas dipimpin Letda Chk Muhammad Rizky Royhan beserta 10 orang personelnya berkolaborasi dengan Tim BNNP Papua, melaksanakan penyisiran lokasi yang dicurigai.
Saat melaksanakan penyisiran, personel Satgas Pamtas langsung melaksanakan pengendapan berjarak 50 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung menyergap para pelaku pengedar barang haram tersebut.
“Pelaku berjumlah lima orang. Dengan hasil, empat orang melarikan diri, satu orang tertangkap tangan atas nama inisial RM, dengan barang bukti berupa 12 paket plastik ganja seberat 700 gram,” terang Dankima Satgas.
Lebih lanjut Dankima Satgas menerangkan, setelah tertangkap tangan, pelaku langsung diamankan di Pos Satgas Pamtas untuk dilaksanakan pemeriksaan dan di ambil keterangan oleh personel Satgas bersama Tim BNNP Papua. Selanjutnya, pelaku dibawa ke Kantor BNNP Papua untuk dilakukan pengembangan kasus.
Seperti penekanan Dansatgas Letkol Inf Diki Apriyadi S.Hub.Int., meneruskan perintah Dankolaopsrem untuk membasmi jaringan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura, khususnya yang melalui jalur perlintasan perbatasan dan para gembong narkoba. (050)
Sumber: infopublik.id dan tni.mil.id
