Surabaya,(Cakrayudha-hankam.com) – Kasus penjambretan yang menewaskan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya bernama Maya Dwi Ramadhani tak kunjung menemukan titik terang.
Hingga saat ini, pelaku yang menewaskan Maya dalam insiden penjambretan yang terjadi di Jalan Arjuno ke Jalan Semarang Surabaya pada Kamis (23/5) itu belum terungkap.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengaku timnya telah mengantongi ciri-ciri pelaku. Walakin, pihaknya masih berusaha untuk melakukan penangkapan.
“Ada beberapa ciri-ciri memang dari pelaku yang kami dapatkan. Namun, sampai dengan saat ini kami masih berusaha mengungkap salah satunya,” kata Hendro di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (05/06/24) seperti dikutip media ini.
Hendro mengeklaim tak mendapatkan kesulitan dalam mengungkap kasus tersebut. Namun, sudah hampir dua minggu penjambretan itu terjadi tak kunjung ditangkap pelakunya.
“Insyaallah kami tidak kesulitan, segala upaya kami lakukan,” tuturnya.
Meski demikian, pihaknya tak akan menyerah untuk memburu pelaku. Dia mengaku telah berupaya secara optimal dalam mencari orang yang terlibat dalam penjambretan tersebut.
“Kami senantiasa selalu optimal dalam mencari pelakunya, kami selalu mengevaluasi bagaimana rekan-rekan dil lapangan bekerja. Kami insyaallah berniat mengungkap peristiwa tersebut,” ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, kejadian nahas menimpa seorang mahasiswi asal UINSA Surabaya bernama Maya Dwi Ramadhani.
Perempuan berusia 21 tahun itu tewas saat mengejar jambret di Jalan Arjuno ke Jalan Semarang
Mahasiswi Prodi Manajemen Dakwah semester enam itu meninggal kecelakaan saat mengejar pelaku yang menjambret tasnya. Maya sempat dilarikan ke RSU dr Soetomo. Sayangnya, dia tak tertolong dan dinyatakan meninggal pada Jumat (24/5).(Red)

