Cirebon,(Cakrayudha-hankam.com) – Keluarga almarhum Vina sempat menyampaikan jika ada dua orang misterius yang datang meminta untuk menghentikan pembuatan Film Vina: Sebelum 7 Hari.
Kabar itu pun juga dibongkar oleh pihak keluarga saat bertemu dengan pengacara kondang Hotman Paris beberapa Waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, Hotman pun mengonfirmasi langsung terhadap Dheeraj Kalwani selaku produser film Vina perihal kedatang oknum polisi itu.
“Pada saat mau syuting, ada oknum polisi yang datang ke lokasi agar jangan melanjutkan,” tanya Hotman Paris ke Dheeraj Kalwani selaku produser film Vina, di kawasan Slipi Jakarta Barat, beberapa Waktu lalu.
Menurut Dheeraj, selain mendatangi lokasi syuting, oknum polisi itu juga sempat mendatangi keluarga Vin.
“Saya pada saat itu saya tidak ada di lokasi, tim saya yang bilang (ada oknum polisi). Sebelumnya datang (ke lokasi syuting), sempat datangi ke keluarga dulu,” ungkap Dheeraj.
Marliyana, kakak dari almarhumah Vina pun membenarkan hal itu.
Pasalnya, oknum tersebut mempertanyakan keputusan keluarga yang memberikan izin dalam pembuatan film tersebut.
“Dia nggak bilang dari mana. Enggak pakai seragam, pakai baju bebas. Dia tanya ‘kenapa disetujui jadi film harusnya jangan nanti bikin nama polisi jelek’ gitu,” jelas Marliyana.
Marliyana juga mengatakan bahwa oknum polisi itu mengatakan bahwa pembuatan film Vina akan membuat citra kepolisian menjadi jelek.
“Nggak tahu dia polisi atau intel tapi dia bilang nanti bikin jelek nama polisi?,” tanya Hotman.
“Nggak tahu. dia bilang begitu nanti imej (polisi) jelek. Saya bilang saya tidak menjelekkan. Tapi sampai 8 tahun tiga orang ini kemana? Kabarnya seperti apa? saya tidak bermaksud menjelekkan,” jelas Marliyana
Polisi Dianggap Kurang Serius
Pengacara Hotman Paris Hutapea memaparkan sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus pembunuhan Vina Cirebon (16) dan sang kekasih, Muhammad Rizky alias Eki (16) di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (27/8/2016) malam.
Hotman memilih menjadi kuasa hukum keluarga Vina untuk membantu menuntaskan kasus yang kembali ramai karena dijadikan film itu.
Guna mengetahui kasus pembunuhan Vina lebih jelas, Hotman pun bertemu dengan keluarga Vina di Mal Central Park, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (16/5/2024).
Pada pertemuan tersebut, Hotman meminta keluarga Vina untuk menceritakan kejadian secara runtut. Setelah itu, Hotman langsung membeberkan sejumlah kejanggalan yang berhubungan dengan kasus pembunuhan Vina.
Ada yang tak beres dalam penyidikan awal Usai mendengarkan cerita keluarga Vina, Hotman menemukan kejanggalan pada berita acara pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan Vina dan Eki.
Ia menilai, ada yang janggal pada BAP itu, yakni soal tiga pembunuh yang kini masih buron, tetapi tidak dimasukkan ke dalam BAP. Menurut Hotman, delapan pelaku sudah menyatakan ada keterlibatan tiga orang lain dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki.
“Kalau delapan orang pelaku sudah menyatakan ada tiga orang lagi, ya enggak mungkin itu karangan,” papar Hotman. “Kemudian kok bisa BAP selanjutnya mereka mengubah seolah-olah menyangkal bahwa keterlibatan tiga orang ini ya (DPO) itu hilang,” sambungnya.
Awal Oleh sebab itu, Hotman meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuntaskan masalah BAP kasus pembunuhan Vina dan Eki. Hotman ingin kejanggalan BAP itu bisa ditindak langsung oleh Kapolri.
“Imbauan kami kepada Bapak Kapolri adalah ini ada sesuatu yang tidak beres di penyidikan awal,” jelas Hotman.
Minta delapan pelaku diperiksa ulang Karena merasa ada kejanggalan di BAP, Hotman meminta Polda Jawa Barat (Jabar) kembali memeriksa delapan pelaku yang saat ini berstatus narapidana diperiksa ulang.
“Nah ini saran kami kepada Polda Jabar, tolong delapan pelaku yang sudah narapidana ini dikumpulkan semua,” ucap Hotman. “Dan juga para pelaku dulu itu diperiksa ulang sebagai saksi ya,” tambah dia.
Hotman menduga ada oknum polisi yang turut terlibat dalam kasus ini.
“Karena delapa orang pelaku menyatakan ada tiga lagi pelaku. Tapi kok bisa mereka mengubah berkasnya, bersamaan lagi mengubahnya, ada apa?” tanya Hotman. Selain itu, Hotman juga meminta agar BAP delapan tersangka diamankan.
“Kami kepada Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda Jabar agar kasus ini dibuka ulang penyidikannya, khususnya semua BAP dari 8 terpidana ini agar diamankan,” ungkap Hotman.
Polisi diduga kurang serius
Hotman menduga, polisi sejak awal kurang serius menangani kasus pembunuhan Vina dan Eki.
Hal itu terbukti dari adanya penghapusan tiga pelaku DPO dalam berkas awal kasus ini sehingga mereka belum juga ditangkap sampai kini.
“Jadi dari awal ini sudah ada kurang seriusan penanganannya,” kata Hotman. Hotman menduga ada oknum polisi yang mengubah BAP delapan Tersangka,” ujarnya.
Ia berpikir, delapan tersangka ini tidak akan mengarang cerita saat diperiksa polisi.(Red)

