Keterangan Satu-satunya Saksi dalam Kecelakaan Mobil Fortuner yang Tewaskan 4 Penumpang

    0
    144

    Malang,(Cakrayudha-hankam.com) – Sebuah kecelakaan terjadi di Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur Senin (13/5/2024) sekitar pukul 18.30 WIB

    Mobil Toyota Fortuner dengan nomor polisi B-1683-TJG tesebut mengalami kecelakaan dan terjun ke jurang.

    Akibatnya empat orang penumpang dalam peristiwa tersebut

    Selain itu juga ada lima orang lainnya mengalami luka-luka.

    Sejumlah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Sumber Sentosa, Kecamatan Tumpang.

    Dalam persitiwa itu ada warga yang melihat dan ia menjadi satu-satunya saksi

    Ada saksi mata
    Muallimin (50), warga Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi satu-satunya saksi Toyota Fortuner B 1683 TJG terjun ke jurang di Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Senin (13/5/2024).

    Muallimin mengaku sempat beriringan dari arah Desa Ngadas. Ia berjalan searah di depan Toyota Fortuner.

    “Ketika hampir sampai di pertigaan Jarak Ijo, Toyota Fortuner itu tidak terlihat lagi, dan saya mendengar suara barang terjatuh ke jurang tepi jalan,” jelasnya.

    Sesampainya di pertigaan Jarak Ijo, ketika belok arah ke jalan Dusun Jarak Ijo, ia sudah melihat 4 orang terkapar di tengah jalan Dusun Jarak Ijo.

    “Sedangkan di tebing jalan tedengar teriakan seorang anak-anak minta tolong,” imbuhnya.

    Seketika itu, Muallimin turun dari mobilnya untuk menolong para korban tersebut.

    “Habis lihat itu terus saya menghubungi Resort Trisula terus cari bantuan. Terus yang dari resort situ langsung ke sini,” terangnya.

    Selain 4 orang yang terkapar, Muallimin tidak melihat penumpang lain. Diketahui kemudian mereka turut terjun ke dalam jurang bersama mobilnya.

    “Kalau korban tewas yang terkapar di jalan setahu saya ada dua orang,” pungkasnya.

    Diberitakan sebelumnya, 4 dari 9 penumpang minibus Toyota Fortuner dengan nomor polisi B 1683 TJG yang mengalami kecelakaan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Senin (13/5/2024) sekitar pukul 18.30 WIB tewas.

    Keempat korban itu yakni Imriti Yasin Ali Rahbani (51), warga Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya selaku pengemudi. Ia mengalami luka pada kepala dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

    Kemudian, Moch Mushili Irvani (33) warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, mengalami luka pada kepala dan meninggal dunia di TKP.

    Lalu, Tutik Kuntiarini (51) warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang mengalami luka pada kepala dan meninggal dunia di TKP.

    Selanjutnya, Sulimah (57), warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, mengalami luka pada kepala dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

    “Keempat korban ini sudah dibawa ke rumah duka setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Sumber Sentosa, Kecamatan Tumpang, Senin malam,” ungkap Kasatlantas Polres Malang, AKP Adis Dani Garta, Selasa (14/5/2024) dini hari.

    Sedangkan lima orang penumpang lain, kata Adis, mengalami luka-luka, mulai dari lecet-lecet hingga patah tulang.

    Kelima orang itu yaitu Siti Aminah (30), warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, mengalami luka pada wajah dan punggung.

    Selanjutnya, Fatin (33), warga Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya mengalami patah tulang kaki kanan,

    Lalu, anak bernama Nafla Syakira (8) warga Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya mengalami patah tulang kaki kiri, Naila Salsabila 6 warga Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya, mengalami patah tulang kaki kanan.

    Hafia Muhammad Rafif Afkari (7), warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, mengalami patah tulang kaki kanan.

    “Mereka juga sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Sumber Sentosa. Namun kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Tentara Dokter Supraoen, Kota Malang,” jelasnya.

    Kecelakaan itu diduga terjadi akibat rem blong saat melintasi medan jalan menurun di area tempat kejadian perkara (TKP). Sehingga, pengemudi hilang kendali, lalu terperosok ke jurang sedalam kurang lebih 200 meter di sisi kanan jalan.

    “Mereka baru saja pulang mengantar pengantin di Kabupaten Lumajang, dan hendak kembali ke rumahnya di kawasan Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang,” jelasnya.

    “Hari ini, Selasa (14/5/2024) anggota kami tengah melakukan evakuasi kendaraan di area TKP,” imbuhnya.

    Identitas korban tewas
    Empat korban yang tewas yakni Imriti Yasin Ali Rahbani (51) warga Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya selaku pengemudi. Ia mengalami luka pada kepala dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

    Kemudian, Moch Mushili Irvani (33) warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang mengalami luka pada kepala dan meninggal dunia di TKP.

    Lalu Tutik Kuntiarini (51) warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang mengalami luka pada kepala dan meninggal dunia di TKP

    Kemudian Sulimah (57) warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang mengalami luka pada kepala dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

    Identitas korban luka-luka
    Sedangkan korban yang mengalami luka-luka yaitu Siti Aminah (30) warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang mengalami luka pada wajah dan punggung

    Fatin (33) warga Keluraha Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya mengalami patah tulang kaki kanan,

    Lalu, anak bernama Nafla Syakira (8) warga Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya mengalami patah tulang kaki kiri.

    Naila Salsabila (6) warga Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya mengalami patah tulang kaki kanan

    Hafia Muhammad Rafif Afkari (7) warga Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang mengalami patah tulang kaki kanan.

    Pulang mengantar pengantin
    Kasatlantas Polres Malang, Kasatlantas Polres Malang, AKP Adis Dani Garta mengatakan rombongan mobil tersebut pulang dari mengantar pengantin di Kabupaten Lumajang, hendak menuju ke Kecamatan Gondanglegi.

    “Kemungkinan saat sampai di TKP rem mobil tersebut blong, karena medan jalan menurun. Tapi hal ini perlu kami selidiki lebih lanjut,” tuturnya.

    Mobil tersebut terjatuh ke dalam jurang yang berada di sisi jalan dengan kedalaman kurang lebih 100 meter.

    “Mobil hingga saat ini masih berada di jurang. Akan kami evakuasi besok siang,” jelasnya.

    Sementara itu, Petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Pos Coban Trisula, Karwanto membenarkan kejadian itu. Menurutnya, mobil tersebut jatuh ke jurang di sisi jalan dengan kedalaman kurang lebih 200 meter.

    “Mobil tersebut dari arah Lumajang menuju Malang,” ungkapnya saat ditemui, Senin.

    Peristiwa itu diketahui saat mobil warga setempat hendak melintas di area tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba mereka mendapati salah satu penumpang mobil Fortuner itu tergeletak di tengah jalan, serta pecahan mobil tercecer di tengah jalan.

    “Setelah itu, warga setempat ini melapor ke kami. Kemudian kami membantu evakuasi hingga selesai sekitar pukul 22.00 WIB,” tegasnya pada awak mengahiri perbincangan.(Red)